Pengemudi crane disebut crane operator, dalam tugasnya seorang crane operator harus dalam keadaan bugar dan fit, cukup tidur dan tidak dalam mengkonsumsi obat. Dilarang bagi crane operator untuk minum sesuatu yang berakohol, atau dalam keadaan mabuk.

Tugas dan tanggung jawab seorang crane operator sangatlah berat oleh karena itu seorang crane operator haruslah seorang yang sudah memenuhi syarat, lulus sertifikasi sebagai crane operator dan juga berpengalaman dalam mengoperasikan crane yang akan dioperasikan tersebut.

Maksudnya adalah orang yang akan mengoperasikan suatu crane, maka orang tesebut atau crane operator tersebut haruslah orang yang sudah familiar terhadap crane yang akan dioperasikan. Mengapa demikian, karena setiap crane tentu mempunyai spesifikasi dan juga karateristik yang berbeda, walaupun dari type dan manufactur yang sama.

Berikut adalah beberapa tugas dan tanggungjawab crane operator:

  • Mengoperasikan jenis dan kapasitas crane sesuai dengan SIO yang dimiliki (Kelas A/B/C).
  • Dilarang meninggalkan kabin operator selama crane beroperasi
  • Melakukan pemeriksaan dan pengamatan terhadap kemampuan kerja crane serta merawat kondisinya termasuk juga alat-alat piranti keselamatannya dan alat perlengkapan lainnya yang berkaitan dengan bekerjanya crane tersebut (mis. Boom naik/boom turun, swing, block naik/turun, dll).
  • Operator harus mengisi buku pemeriksaaan harian dan buku pengoperasian harian selama crane beroperasi.
  • Apabila ditemukan piranti keselamatan atau perlengkapannya tidak berfungsi dengan baik atau rusak, operator harus segera menghentikan crane-nya dan segera melapor kan pada atasannya.
  • Operator bertanggungjawab penuh terhadap crane yang dioperasikannya.
  • Melaporkan kepada atasan jika terjadi kerusakan atau gangguan-gangguan lain pada crane dan alat-alat perlengkapannya.
  • Mematuhi SOP perusahaan dan manufacture manual

Sebelum melakukan operasi pengangkatan maka crane operator harus memastikan semua sistem keselamatan kerja crane sudah diperiksa terlebih dahulu dan dikomunikasikan secara efektif dengan pihak-pihak yang terkait di dalam pengoperasian pengangkatan, termasuk:

  1. Melakukan perencanaan operasi pengangkatan, menseleksi, mengawasi dan memilih penggunaan crane dan alat bantu angkat yang sesuai untuk dipergunakan
  2. Perawatan, pengujian dan pemeriksaan peralatan
  3. Diawasi oleh personel yang sudah pernah di-training dan berkompensi serta mempunyai kewenangan yang cukup
  4. Melakukan pemeriksaan terhadap sertifikat dan dokumen-dokumen relevan lainnya
  5. Mencegah penggunaan crane dan peralatannya dari pihak yang tidak berwenang
  6. Memperhatikan keselamatan personel lainnya yang berada di sekitar pengangkatan dan juga  personel lainnya yang tidak terlibat secara langsung dari operasi pengangkatan

Operator harus memenuhi peraturan-peraturan berikut pada saat pengoperasian pengangkatan:

  1. Merencanakan pengoperasian pengangkatan sebelum memulai pekerjaan.
  2. Harus berfokus/berkonsentrasi hanya kepada pekerjaan pengangkatan pada saat mengoperasikan crane.
  3. Hanya merespon/memperhatikan aba-aba dari rigger yang telah ditugaskan.
  4. Jangan memindahkan beban bila ada orang berada di bawah beban yang akan dipindahkan.
  5. Memastikan bahwa beban yang diangkat tidak melebihi kapasitas crane berdasarkan tabel beban (Load Chart).
  6. Periksa seluruh tuas kontrol dalam posisi off sebelum mematikan kunci utama/ main disconnect switch.
  7. Tetap menjaga keseimbangan beban untuk menghindari tergelincirnya tali kawat baja dari drum/winch hoist yang dapat mengakibatkan kerusakan tali kawat baja itu sendiri ataupun mengakibatkan pengangkatan crane menjadi tidak stabil.
  8. Untuk menghindari beban kejut, hindari memulai dan menghentikan crane secara tiba-tiba. Beban kejut dapat terjadi pada saat pengangkatan ataupun penurunan beban secara tiba-tiba dan juga ketika kondisi kelebihan beban (overload). Untuk menghindari terjadinya beban kejut tersebut maka pengangkatan dan penurunan beban harus dilakukan secara perlahan.

Oleh karena berat dan resiko yang sangat tinggi yang di tanggung oleh crane operator, maka wajib dan penting bagi semua crane operator untuk memahami dan malkukan semua hal hal tersebut diatas.

Kesalahan atau melewatkan hal hal tersebut diatas sekecil apapun dapat berakibat fatal, yang tidak hanya berakibat kerugian material tetapi juga bisa nyawa.

Kegiatan lifting adalah salah satu kegiatan yang sangat berbahaya, sudah banyak korban melayang akibat kecelakaan yang diakibatkan kan pekerjaan lifting atau pengangkatan menggunakan pesawat angkat atau crane diseluruh dunia, baik dinegara maju ataupun negara yang masih ketinggalan dalam hal tekhnologi.

Semoga tulisan yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan berkontribusi untuk menjaga keselamatan bersama, terutama dalam kegiatan lifting.

Source : //www.proinspector.info

Infografis

More info

For Training in Jabodetabek, Banten and Jabar

Call Nurwita

+62 811-1797-484

 

For Training in Surabaya & Makassar

Call Yanuar

+62 811-1798-354

 

Latest Event

Inhouse Training Teknisi K3 Listrik di PT Indonesia Comnet Plus
Public Training Ahli K3 Umum ISC Safety School Surabaya
Inhouse Training Awareness Safety Construction PT Acset Indonusa Tbk
Inhouse Training Risk Management Safety PT. Vopak Terminal Merak
Inhouse Training Operator Boomlift PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia

Get Our Regular Safety Ebook

Stay on top of the latest and greatest

Follow us on

Web Analytics