Sistem Penanggulangan Bencana, Cara Bijak Sikapi Bencana Bersama Synergy Solusi

Bencana alam hampir setiap tahun selalu mengampiri negara kita. Kebakaran hutan, gempa bumi, erupsi gunung berapi, banjir, hingga tsunami. Bencana yang menimpa negeri kita tentu berdampak bagi pertumbuhan ekonomi. Mulai dari masyarakat kecil hingga pengusaha, sampai pemerintah pun terkena imbasnya.

Penanggulangan bencana menghabiskan dana tidak sedikit. Misal ketika bencana tsunami Aceh pada 2004 lalu, kerugiannya mencapai Rp39 triliun. Disusul gempa di DI Yogyakarta dan Jateng pada 2006 sebesar Rp27 triliun. Jumlah yang besar, bukan?

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan hal serupa. Bencana alam dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gangguan dalam perekonomian, yaitu potensi hilangnya Pendapatan Domestik Bruto atau PDB. Kebutuhan anggaran tersebut seharusnyanya bisa digunakan untuk program pembangunan, seperti membangun akses jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya.

Secara geografis Indonesia rawan akan bencana alam seperti gempa bumi yang sifatnya seismik maupun vulkanik. Ditambah curah hujan sekitar 2000 mm per tahun, tertinggi diseluruh dunia untuk negara kepulauan membuat beberapa daerah menjadi rawan banjir dan longsor. Kondisi geografik inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama.

Menyikapi berbagai persoalan tersebut, Synergi Solusi dalam acara Gathering Alumni akan menggelar kegiatan bertema "Membangun Kapasitas dan Kapabilitas Kesiapsiagaan Perusahaan Dalam Menghadapi Bencana" di D Hotel Jakarta pada Senin, 21 Maret 2019.

Acara yang menghadirkan Fahmi Munsah Ismail ini membahas bagaimana kesiapan perusahaan dalam menghadapi bencana alam dengan cara mereduksi melalui aktifitas preventif (pre-lost) sehingga dampak kerugian pengusaha dapat diminimalisir.

Gathering yang dipelopori oleh Synergy Solusi ini akan mengkaji detail bagaimana langkah-langkah preventif para pengusaha menghadapi bencana. Sejatinya, musibah yang datang bukan untuk dikhawatirkan, apalagi ditakuti.

Agar perusahaan sigap dalam penanganan bencana, penerapan sistem penanggulangan bencana sangatlah diperlukan. Fahmi menambahkan dalam penerapan sistem penanggulangan bencana, perusahaan harus mempertimbangkan faktor internal dan esternal. Beberapa faktor eksternal yang harus dipertimbangkan antara lain lingkungan, sosial, politik, hukum, pemerintahan, sumber dan teknologi informasi, serta hal-hal komersial seperti asuransi jiwa, kekuatan ekonomi dan respon dari pasok serta pelanggan dari produk perusahaan kita.

Sementara faktor internal yang harus diperhatian antara lain sumber daya perusahaan, mulai dari keuangan hingga sumber daya manusia, desain dan arsitektur bangunan perusahaan, proteksi yang sudah dimiliki oleh perusahaan, budaya perusahaan, serta yang tak kalah penting adalah perilaku dari karyawan kita.

Saat menerapkan sistem penanggulangan bencana, salah satu yang harus kita lakukan adalah menganalisa kemungkinan-kemungkinan risiko bencana yang mungkin terjadi di perusahaan kita. Beberapa hal lain yang harus kita miliki adalah skenario jika bencana terjadi, bagaimana jika terjadi eskalasi dari kejadian bencana tersebut dan bagaimana kita melakukan respon atas kejadian bencana tersebut. Tentunya semua akan berbeda tergantung dengan jenis bencana yang terjadi.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang sistem penanggulangan bencana, silahkan klik di sini.

 

 

 
 
 
Web Analytics