Sick Building Syndrome

Sick Building Syndrome

Aktivitas kerja yang padat ditambah kurangnya waktu istirahat akan membuat daya tahan tubuh menurun sehingga seseorang akan mudah terserang penyakit. Untuk itu, kamu harus berhati-hati karena penyakit bisa datang di mana saja dan kapan saja termasuk dari lingkungan kerja. Sekilas, kamu mengira kantor kamu tampak bersih. Namun, sebenarnya ada banyak risiko penyakit yang bisa terjadi, biasa disebut sick building syndrome (SBS).

SBSSBS adalah suatu keadaan yang menyatakan bahwa gedung perkantoran memberikan dampak penyakit. Hal ini terkait dengan lamanya berada di dalam gedung serta kualitas udara. Jika kamu merasa sering bersin-bersin, batuk atau mengalami gejala flu lainnya coba perhatikan lingkungan sekitar. Barangkali kamu terkena SBS yang bisa disebabkan oleh sirkulasi udara yang kurang baik. 

Adapun beberapa gejala yang dapat dijadikan indikasi kamu mengalami SBS, di antaranya: sakit kepala, iritasi mata, badan cepat letih, perut terasa kembung, hidung berair, tenggorokan gatal, kesulitan berkonsentrasi, kulit terasa kering serta batuk kering yang tidak kunjung sembuh. Keluhan tersebut tidak dapat diketahui dengan pasti dan setelah meninggalkan gedung, keluhan tersebut biasanya tidak lagi dirasakan.

sick building syndrome

Lebih lanjut, penyebab para pekerja mengalami SBS bisa terjadi karena empat faktor, sebagai berikut:

sick building syndrome

1. Fisik atau biologis

Faktor ini bisa disebabkan karena kondisi fisik gedung atau ruang tempat karyawan bekerja. Contohnya seperti radiasi alat elektronik, suhu ruangan, pencahayaan yang tidak pas untuk bekerja, dan lainnya

2. Kimia

Di perkotaan semua gedung dan ruang kerja sudah menggunakan air conditioner (AC). Namun, AC yang tidak rutin dibersihkan akan menimbulkan banyak jamur dan tidak baik untuk kesehatan. Belum lagi debu di karpet, bahan kimia dari pembersih kaca dan sebagainya. Jadi, perawatan gedung harus rutin agar terbebas dari virus.

3. Ergonomic

Faktor ini disebabkan adanya ketidaksesuaian antara pekerja dan lingkungan kerja secara menyeluruh berkaitan dengan tata kerja dan alat yang digunakan. Seperti kursi yang digunakan pekerja harus nyaman dan alat kerja yang aman.

4. Psikososial

Faktor terakhir berkaitan dengan emosi pekerja seperti stres dan suasana lingkungan kerja yang kurang baik. Maka dari itu, penting untuk membangun hubungan baik antar pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

 

Meski bukan gejala penyakit berat, namun SBS cukup menganggu produktivitas pekerja. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia di Jakarta dan Surabaya, SBS terjadi pada 50 persen pekerja kantoran. Saat terserang SBS tingkat produktivitas mereka akan menurun sebanyak 30 persen. Untuk itu, terdapat empat cara yang dapat dilakukan untuk mencegah SBS sebagi berikut:

  1. Mengatur suhu ruangan yang lebih sesuai dengan kondisi dalam ruang selain lebih hemat energi juga mampu meningkatkan konsentrasi dan kesehatan.
  2. Menggunakan kaca panel ganda, agar menghalangi suhu udara luar masuk ke dalam dan juga membiasakan untuk membuka jendela pada pagi hari agar sirkulasi udara menjadi lancar
  3. Menggunakan laptop lebih hemat energi dan lebih efektif mengurangi mata lelah dari pada menggunakan PC dengan monitor jenis CRT.
  4. Menggunakan media tanaman dalam ruangan mampu mengatur kadar suhu agar tetap stabil dan mengurangi mata lelah setelah melihat monitor laptop.
  5. Pastikan petugas kebersihan rutin melakukan pengecekan dan pembersihan terhadap AC, karpet, sofa, dan alat kantor lainnya.

Baca juga: FAQ K3 Listrik di Tempat Kerja

Dalam hal ini perusahaan berperan penting untuk mencegah terjadinya SBS serta menjamin keselamatan dan kesehatan kerja untuk karyawannya. Salah satu cara dengan mengikuti pelatihan K3pelatihan K3, agar memahami aspek penting keselamatan kerja dan dapat mengimplementasikannya. Synergy SolusiSynergy Solusi sebagai perusahaan konsultasi, pelatihan, dan sertifikasi K3 siap membantu Anda. Silakan cek jadwal pelatihan di halaman layanan.

 

Sumber:

beritasatu.com

prodiaohi.co.id

kompasiana.com

 
 
 
Web Analytics