Safety News

Proteksi kebakaran (fire protection) merupakan aspek paling penting dalam untuk melindungi aset perusahaan, baik materi maupun karyawan dari kebakaran. Perencanaan yang baik dalam aktivitas pencegahan kebakaran akan dapat menyelamatkan miliaran rupiah dan juga nyawa manusia akibat kebakaran.

Read more ...

Aktivitas kerja yang padat ditambah kurangnya waktu istirahat akan membuat daya tahan tubuh menurun sehingga seseorang akan mudah terserang penyakit. Untuk itu, kamu harus berhati-hati karena penyakit bisa datang di mana saja dan kapan saja termasuk dari lingkungan kerja. Sekilas, kamu mengira kantor kamu tampak bersih. Namun, sebenarnya ada banyak risiko penyakit yang bisa terjadi, biasa disebut sick building syndrome (SBS).

Read more ...

Menerapkan SMK3 atau Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di perusahaan membutuhkan komitmen yang besar dari perusahaan sebagai penyedia lapangan kerja, manajemen sebagai pengurus dan para pekerja sebagai sumber daya yang menjaga keberlangsungan bisnis yang dijalankan. Dalam penerapannya ini sering kali timbul pertanyaan-pertanyaan baik dari pihak manajemen perusahaan maupun dari para pekerja. Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait Sistem Manajemen K3 dan Audit SMK3 berdasarkan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012.

Read more ...

Musculoskeletal Disorders (MSDS) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang banyak diderita oleh para pekerja. MSDS ini dapat diakibatkan oleh kesalahan posisi tubuh saat bekerja yang tidak disadari oleh pekerja. Peralatan dan lokasi kerja yang tidak ergonomi menyebabkan banyak pekerja yang tanpa sadar mengalami MSDS. Perusahaan wajib melakukan mitigasi atas risiko dari penyakit akibat kerja ini. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menilai risiko terjadinya MSDS menggunakan cara pengukuran sederhana yang memiliki kemiripan satu dengan yang lain. Metode yang dimaksud adalah metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Lantas, apa saja perbedaan dari kedua metode ini? Mari simak infografik berikut ini:

Read more ...

Akuntabilitas menempati urutan teratas dengan komitmen manajemen sebagai unsur penting dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan. Mengapa kita harus berperilaku seperti yang kita lakukan di tempat kerja? Karena ada konsekuensi yang menanti. Manajemen dapat menerapkan semua jenis kebijakan keselamatan, program, rencana tertulis, arahan, peraturan, pelatihan, dll, namun jika penerapan yang tepat, serta pemberian konsekuensi yang efektif tidak diikuti dengan budaya akuntabilitas K3, perilaku yang diinginkan tidak akan berkelanjutan.

Read more ...

Banyak bisnis yang terdampak oleh Covid-19. Mungkin pengaturan kerja jarak jauh belum diatur, atau krisis komunikasi belum dieksplorasi, atau sejujurnya, sepertinya tidak nyata. Beberapa waktu lalu banyak perusahaan dan karyawan harus membiasakan diri untuk beradaptasi dengan alur kerja baru yang tidak bekerja di kantor. Setelah mulai terbiasa dengan alur tersebut, kini dunia mulai memasuki era kenormalan baru yang mengharuskan mereka kembali bekerja di kantor dengan aturan-aturan baru yang jelas butuh adaptasi kembali. Belum lagi setiap perusahaan sudah mulai melakukan strategi-strategi baik menekan maupun menarik agar bisnisnya bisa kembali ke jalur normal sebelum Covid-19 menyerang. Dalam situasi tersebut tentunya stress kerja menjadi salah satu hal yang patut diperhitungkan oleh perusahaan untuk menjaga kesehatan mental para pekerja.

Read more ...

Beberapa standar yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia dan Organisasi Internasional lainnya seperti OSHA, secara eksplisit mengharuskan pengusaha untuk memiliki Rencana Tanggap Darurat untuk tempat kerja mereka. Kesiapan darurat adalah konsep terkenal dalam melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan. Salah satu rencana tanggap darurat yang harus tersedia di perusahaan adalah rencana tanggap darurat dan pencegahan kebakaran yang menjadi pekerjaan semua orang di tempat kerja. Perusahaan harus mengembangkan Rencana Pencegahan Kebakaran dan melatih semua karyawan tentang bahaya kebakaran di tempat kerja dan apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat kebakaran.

Read more ...

Sudah saatnya kita memastikan perusahaan kita sudah melakukan Hazardous area classification atau klasifikasi area berbahaya guna keamanan dan keselamatan kerja (K3) para karyawan. Dengan mengidentifikasi area yang rentan terhadap kebakaran atau ledakan, klasifikasi area berbahaya membantu industri dalam mengurangi peluang mereka mengalami insiden yang mengakibatkan kerusakan pada properti dan potensi cedera atau hilangnya nyawa.

Read more ...

Listrik sangat penting untuk kehidupan modern, baik di rumah maupun di tempat kerja. Beberapa karyawan mulai dari teknisi listrik hingga seorang ahli K3 listrik, bekerja dengan listrik secara langsung. Pekerja lainnya, seperti mereka yang bekerja kantor atau buruh pabrik, bekerja dengannya secara tidak langsung. Mungkin karena itu telah menjadi bagian yang akrab dalam kehidupan kita sehari-hari, banyak dari kita tidak terlalu memikirkan seberapa besar pekerjaan kita bergantung pada sumber listrik yang dapat diandalkan. Lebih penting lagi, kita cenderung mengabaikan bahaya yang ditimbulkan oleh listrik dan gagal untuk memperlakukannya dengan hormat.

Read more ...

Salah satu standar yang sering digunakan untuk keselamatan listrik di tempat kerja adalah NFPA 70E, dari National Fire Protection Association. Pada Pasal 110.1 (A), pengusaha diharuskan membuat program keselamatan listrik. Program keselamatan ini dimaksudkan untuk memberikan instruksi kerja yang aman untuk fasilitas, menghindari atau mengurangi risiko dari bahaya listrik yang ada.

Read more ...

Event ILDL

Electrical Safety
HSE Performance Indicator
Ahli K3 Umum Kemnaker RI

More info

For Training in Jabodetabek, Banten and Jabar

Call Wita

0811-1797-484

 

For Training in Surabaya, Makassar & Bali

Call Laksmi

+62 811-1798-354

 
Web Analytics