Bahaya listrik dapat disebabkan kepada setiap orang yang tersengat aliran listrik baik secara langsung ataupun tidak. Tegangan lebih dari 50 volt AC atau 120 volt DC sudah masuk kategori berbahaya. Peralatan listrik yang rusak juga dapat menyebabkan kebakaran. Serta menyebabkan luka dan hilangnya nyawa, kebakaran menyebabkan kerusakan pada pabrik, peralatan dan properti.

 

Siapa yang paling berisiko dari listrik?

Siapapun bisa terkena bahaya listrik saat bekerja dan semua orang harus dibuat sadar akan bahaya tersebut. Mereka yang paling berisiko mencakup staf pemeliharaan, mereka yang bekerja dengan listrik pabrik, peralatan dan mesin, dan orang-orang yang bekerja di lingkungan yang keras seperti lokasi konstruksi.

Kebanyakan kecelakaan listrik terjadi karena individu:

  • bekerja pada atau di dekat peralatan yang dianggap mati tetapi yang, pada kenyataannya, hidup
  • bekerja pada atau di dekat peralatan listrik hidup, tetapi mereka yang terlibat tidak dibekali pelatihan yang memadai atau peralatan yang sesuai, atau mereka tidak mengambil tindakan pencegahan yang memadai
  • penyalahgunaan atau menggunakan peralatan listrik secara salah.

Keselamatan Listrik Dasar

Berikut adalah beberapa langkah minimum yang harus Anda ambil untuk memastikan keselamatan listrik.

Induk persediaan

  • menjaga semua instalasi listrik dalam keadaan baik
  • memberikan cukup socket-outlet untuk peralatan yang digunakan
  • menghindari kelebihan kotak kontak
  • memberikan saklar akses dan jelas diidentifikasi ( 'Emergency Off' atau tombol 'EMO') dekat mesin untuk memotong daya dalam keadaan darurat
  • untuk peralatan portabel, terhubung ke soket-outlet terdekat sehingga dapat dengan mudah terputus dalam keadaan darurat.

Gunakan peralatan yang tepat

  • memilih peralatan listrik yang cocok untuk lingkungan kerja
  • memastikan peralatan yang aman bila terisi dan mempertahankannya dalam kondisi aman
  • peralatan listrik yang mudah terbakar harus dirancang untuk tidak menghasilkan bunga api. Carilah saran spesialis ketika memilih jenis peralatan.
  • melindungi bola lampu dan peralatan mudah rusak lainnya jika ada risiko sengatan listrik jika mereka rusak.

Pemeliharaan dan perbaikan

  • memastikan peralatan dilengkapi dan dinilai dengan benar
  • memastikan kabel berakhir selalu memiliki selubung luar mereka tegas dijepit untuk menghentikan kabel bekerja lepas dari colokan atau di dalam peralatan
  • mengganti bagian kabel yang rusak
  • menggunakan konektor yang tepat untuk menghubungkan kabel
  • Pastikan semua kabel yang terhubung dengan aman

Source: http://www.healthyworkinglives.com

Untuk membantu pemahaman Perusahaan hal K3, ISC Safety School Menyelenggarakan Training Ahli K3 Listrik Sertifikasi Kemnaker RI dengan keterangan sebagai berikut:


Daftarkan diri Anda dalam Training Ahli K3 Listrik Sertifikasi Kemnaker RI berikut (Pasti Running):
Dapatkan Voucher Rp 200.000,- dengan melakukan pendaftaran H-2 Minggu Pelatihan.

Jakarta: 13 - 25 Maret 2017
Contact Person: Kartika | 0811-1797-484 | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Surabaya: 13 - 25 Maret 2017
Contact Person: Ardi | 0811-1798-354 | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Untuk informasi seputar Konsultasi dan Assessment K3, silakan klik di sini

Infografis

More info

For Training in Jabodetabek, Banten and Jabar

Call Nurwita

+62 811-1797-484

 

For Training in Surabaya & Makassar

Call Yanuar

+62 811-1798-354

 

Latest Event

Inhouse Training Teknisi K3 Listrik di PT Indonesia Comnet Plus
Public Training Ahli K3 Umum ISC Safety School Surabaya
Inhouse Training Awareness Safety Construction PT Acset Indonusa Tbk
Inhouse Training Risk Management Safety PT. Vopak Terminal Merak
Inhouse Training Operator Boomlift PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia

Get Our Regular Safety Ebook

Stay on top of the latest and greatest

Follow us on

Web Analytics