Sistem Manajemen K3 pada Industri Pertambangan | Safety | Safety Article

Untuk mewujudkan aspek Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) bidang pertambangan sehingga fatality, angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat ditekan secara signifikan, salah satunya merupakan upaya kementerian ESDM dalam mewajibkan perusahaan bidang tambang untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Pertambangan (SMK3P) di seluruh proses bisnis yang ada.

SMK3P ini merupakan bagian dari system manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko keselamatan pertambangan yang terdiri atas keselamatan dan Kesehatan kerja pertambangan dan keselamatan operasi pertambangan.

Sebelumnya, kewajiban untuk menerapkan SMK3P tertuang pada Permen ESDM no 38 tahun 2014, namun kinin peraturan tersebut sudah digantikan dengan Permen ESDM no 26 tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dalam melaksanakan ketentuan keselamatan pertambangan sebagaimana dimaksud peraturan tersebut, perusahaan wajib:

 

sistem manajemen pertambangan

  1. menyediakan segala peralatan, perlengkapan, alat pelindung diri, fasilitas, personil, dan biaya yang diperlukan untuk terlaksananya ketentuan keselamatan pertambangan;
  2. membentuk dan menetapkan organisasi bagian keselamatan pertambangan berdasarkan pertimbangan jumlah pekerja, sifat, atau luas area kerja.

Penerapan K3 dalam industri pertambangan diharapkan mampu membantu pemerintah dalam mencapai target zero accident terutama pada bidang pertambangan. Synergy Solusi member of Proxsis Group telah membantu perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen K3 baik pada bidang transportasi, manufaktur, oil dan gas, hingga pertambangan. Tidak hanya membantu menerapkan aspek K3, namun Synergy Solusi juga membantu dalam peningkatan pengetahuan dan kompetensi dari personel melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan.

Mengapa Harus ISC?

 
 
 
Web Analytics