Safety Induction untuk Pekerja Baru, Pentingkah?

Safety induction ini sangat diperlukan bagi para pekerja baru. Mengapa? Menurut penelitian dari Health and Safety Executive, pekerja baru berpotensi mengalami kecelakaan kerja lebih besar saat enam bulan pertama di tempat kerja. Lihat data berikut:

 

Lama Bekerja

Jumlah Kecelakaan Terlapor

Total Kecelakaan

Kurang dari 6 bulan

3316

9861

6-12 bulan

1023

3821

1-5 tahun

1084

3092

Di atas 5 tahun

973

2829

*Sampel penelitian yang dilakukan oleh Reporting of Injuries, Diseases and Dangerous Occurrences Regulations (RIDDOR) pada tahun 2012 di atas melibatkan 100.000 pekerja.

Parahnya lagi, di sektor konstruksi tercatat delapan dari 16 kecelakaan kerja fatal terjadi pada 10 hari pertama di tempat kerja. Risiko cedera atau kecelakaan kerja lebih tinggi tiga kali lipat pada bulan pertama bekerja dibanding mereka yang sudah punya pengalaman kerja 1 tahun.

Penyebab pekerja baru mengalami kecelakaan kerja:

  1. Kurangnya pengalaman kerja di industri atau tempat kerja baru.
  2. Kurangnya pemahaman tentang pekerjaan dan lingkungan kerja.
  3. Pekerja kurang peduli terhadap manajemen K3.

Atas latar belakang itulah, safety induction sangat penting diberikan kepada para pekerja baru. Melalui safety induction, pekerja dapat mengetahui potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja dan tindakan pengendaliannya. Selain itu, pekerja juga dapat memahami beberapa hal yang umumnya dibahas pada safety induction antara lain:

  1. Hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha dalam hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan peraturan yang berlaku.
  2. Kebijakan dan sistem manajemen K3 perusahaan.
  3. Peraturan umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja perusahaan.
  4. Prestasi K3 dan pengalaman kegagalan sistem K3 (Kecelakaan).
  5. Gambaran umum kegiatan perusahaan dan struktur organisasi perusahaan.
  6. Prosedur tanggap darurat, nomor telepon, komunikasi saluran radio.
  7. Prosedur evakuasi dan tempat berkumpul bila ada kebakaran dan atau keadaan darurat.
  8. Pusat Pertolongan Pertama Kecelakaan (P3K).
  9. Pengenalan terhadap lokasi dan alat kerja serta fasilitas lainnya.
  10. Potensi bahaya dan kecelakaan yang pernah terjadi di lokasi kerja.
  11. Alat pelindung diri yang wajib untuk lokasi tersebut.
  12. Gambaran umum kegiatan departemen unit kerja dan struktur organisasinya.
  13. Prosedur kerja yang terkait dengan tugas yang akan dikerjakan atau akan segera dilakukan.
  14. Prosedur pelaporan kecelakaan.

Informasi safety induction dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Cara penyampaiannya pun beragam, dapat berupa penjelasan langsung atau melalui media, seperti buku saku safety induction, atau safety induction video. Safety induction biasanya diberikan langsung oleh pengawas atau atasan.

Safety induction diberikan sebelum pekerja memulai aktivitasnya. Pemberian safety induction minimal diberikan satu tahun sekali atau setiap kali ada perubahan signifikan terkait standar keselamatan sehingga para pekerja pun dapat terus me-refresh ilmu K3-nya.

Di beberapa perusahaan, para pekerja yang sudah mendapatkan materi safety induction diharuskan menandatangani surat pernyataan bahwa benar yang bersangkutan telah menerima materi tersebut. Berbeda lagi jika safety induction dilakukan pihak ketiga (kontraktor atau vendor), mereka diharuskan untuk memenuhi persyaratan kick of meeting bersama dengan pihak pertama atau pemberi pekerjaan.

Pihak ketiga juga wajib mengurus persyaratan lain, di antaranya surat perintah kerja (SPK), izin pihak keamanan, membuat Job Safety Analysis(JSA). Setelah persyaratan terpenuhi, pihak ketiga wajib melapor ke Dinas K3LH untuk dibuatkan izin kerja dan safety induction pun dapat diberikan di lokasi kerja.

Intinya, safety induction sangat bermanfaat untuk pekerja baru guna meminimalkan risiko cedera dan kecelakaan kerja. Melalui pembekalan K3, para pekerja diharapkan bisa bertindak aman sesuai peraturan K3 di perusahaan, sehingga kecelakaan kerja pun dapat dicegah. Tak hanya pekerja baru, safety induction juga penting diberikan kepada pekerja lama, kontraktor dan tamu. Karena safety induction bukan sekadar formalitas, pastikan safety induction disampaikan dengan jelas dengan bahasa yang mudah dipahami para pekerja. Bagaimana dengan safety induction di perusahaan Anda? Apakah pemberian safety induction untuk pekerja baru sudah berjalan maksimal?

Semoga Bermanfaat. Salam safety!

Sumber Foto : gettyimages.com

Sumber: SafetySign.co.id

Infografis

Mengapa Harus ISC?

More info

For Training in Jabodetabek, Banten and Jabar

Call Nurwita

+62 811-1797-484

 

For Training in Surabaya & Makassar

Call Yanuar

+62 811-1798-354

 

Latest Event

Inhouse Training Teknisi K3 Listrik di PT Indonesia Comnet Plus
Public Training Ahli K3 Umum ISC Safety School Surabaya
Inhouse Training Awareness Safety Construction PT Acset Indonusa Tbk
Inhouse Training Risk Management Safety PT. Vopak Terminal Merak
Inhouse Training Operator Boomlift PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia

Get Our Regular Safety Ebook

Stay on top of the latest and greatest

Follow us on

Web Analytics