Alat Pemadam Api untuk Kapal

Perjalanan menggunakan kapal laut bisa menjadi perjalanan yang memakan waktu cukup lama, oleh sebab itu perlu persiapan yang matang saat perjalanan khususnya dari segi keamanan perjalanan.

Salah satu jenis keamanan di kapal adalah persiapan terhadap adanya resiko kebakaran dengan menyiapkan alat pemadam kebakaran jenis potable atau dapat dibawa kemana-mana. Artikel ini akan menjelaskan kepada pembaca mengenai jenis-jenis Alat Pemadam Api untuk Kapal yang biasanya digunakan. jenisnya antara lain water type, foam type, dry chemical type dan CO2 type.

1. Alat Pemadam Api untuk Kapal media Air

Sesuai dengan namanya, jenis dari alat pemadam kebakaran ini menggunakan air sebagai bahan dasar pemadam api. Volume air dalam tabung adalah sekitar 9 liter. Alat pemadam kebakaran ini hanya bekerja tidak lebih dari 60 detik namun dapat berubah sesuai dengan tekanan yang diberikan pada tabung. Di dalam tabung terdapat catridge yang berisi gas CO2. Gas ini yang akan menaikkan tekanan dalam tabung dan memaksa air untuk keluar dari tabung. Besar tekanan yang terjadi di dalam tabung adalah 10 bar. Massa gas karbondioksida yang ada di dalam catridge adalah 60 gram. Massa ini dapat berubah sesuai dengan ukuran tabung yang akan digunakan. Secara umum, alat pemadam jenis ini disebut juga dengan tipe A karena menggunakan prinsip pendinginan dalam memadamkan api. Jenis ini lebih cocok digunakan pada kebakaran akibat benda padat seperti sumber kayu atau kertas. Pemakaian alat pemadam ini sebaiknya tidak pada area yang banyak mengandung kimia organik cair yang larut terhadap air dan listrik. Listrik dijauhkan karena air merupakan elektrolit kuat yang dapat mengahantarkan arus listrik, hal ini dapat meningkatkan potensi kebakaran. Pada umumnya, alat pemadam kebakaran jenis ini diwarnai dengan warna merah sebagai identitas

2. Alat Pemadam Api untuk Kapal media Foam

Tipe ini menggunakan busa sebagai bahan pemadam kebakaran. Volume tabung tidak hanya terdiri dari busa namun juga terdapat air di dalamnya. Rasio perbandingan antara air dan busa adalah 0,27:8,7 dalam satuan liter. Sama halnya dengan tipe diatas, foam type menggunakan gas karbondioksida untuk mengeluarkan busa dari tabung. Gas karbondioksida juga berfungsi sebagai bubble untuk melarutkan busa dan air dalam tabung. Gas ini akan membuat tekanan dalam tabung naik dan memaksa busa untuk keluar dari tabung akibat tidak ada ruang lagi dalam tabung. Foam type dapat digunakan untuk semua jenis kebakaran selain elektrikal yang tidak dapat dikendalikan oleh media lain. Identitas tabung jenis ini adalah warna krem pada label tulisan foam. Apabila terjadi kebakaran di dalam kapal misalnya akibat bahan bakar maka sebaiknya mencari alat pemadam jenis ini.

3. Alat Pemadam Api untuk Kapal media bubuk kimia kering

Bahan kimia yang digunakan untuk memadamkan api adalah NaHCO3 (Natrium Bikarbonat). Karakteristik bentuk dari bahan ini adalah serbuk kering dan bersifat inert. Inert artinya tidak bereaksi dengan apapun. Kapasitas berat bahan kering dalam tabung adalah 6/10 kg, tergantung dari ukuran tabung. Sama halnya dengan dua tipe diatas, prinsip keluarnya serbuk kering adalah akibat dari tekanan yang disebabkan oleh gas CO2 dalam tabung. Serbuk kering akan bekerja menutupi sumber kebakaran sehingga oksigen tidak dapat masuk. Oksigen merupakan salah satu komponen dari segitiga api yang dapat menyebabkan kebakaran. Oleh sebab itu, untuk memadamkan api, oksigen harus diputuskan dari rangkaian segitiga api tersebut. Identitas dari alat ini adalah list warna biru pada tulisan powder

4. Alat Pemadam Api untuk Kapal media Karbon Dioksida

Tipe alat pemadam kebakaran ini menggunakan CO2 sebagai bahan pemadam kebakaran. Tipe ini biasanya digunakan pada ruangan yang memiliki banyak alat dan instrument yang dapat rusak apabila menggunakan tiga tipe alat pemadam kebakaran diatas. alat pemadam ini sangat cocok untuk kebakaran yang diakibatkan oleh elektrikal. misalnya pada ruang genset, ruang panel, ruang server kontrol kapal dan sebagainya. Identitas dari alat pemadam ini adalah list hitam pada tulisan CO2.

Sumber : patigeni.com

Sumber foto : cdn-2.tstatic.net

Infografis

Mengapa Harus ISC?

More info

For Training in Jabodetabek, Banten and Jabar

Call Nurwita

+62 811-1797-484

 

For Training in Surabaya & Makassar

Call Yanuar

+62 811-1798-354

 

Latest Event

Inhouse Training Teknisi K3 Listrik di PT Indonesia Comnet Plus
Public Training Ahli K3 Umum ISC Safety School Surabaya
Inhouse Training Awareness Safety Construction PT Acset Indonusa Tbk
Inhouse Training Risk Management Safety PT. Vopak Terminal Merak
Inhouse Training Operator Boomlift PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia

Get Our Regular Safety Ebook

Stay on top of the latest and greatest

Follow us on

Web Analytics