Menerapkan Ergonomi Sangat Penting untuk Pekerjaan Konstruksi

Sebagai pekerja konstruksi, apakah Anda sudah menerapkan ergonomi dalam pekerjaan Anda? Mengapa ergonomi sangat penting untuk pekerjaan konstruksi? Perlu Anda pahami ergonomi tidak hanya diterapkan untuk pekerja kantor saja, namun juga penting diterapkan di sektor industri, salah satunya pekerjaan konstruksi.

Read more ...
Contruction safety and Health (CSH)Contruction safety and Health (CSH)

Contruction safety and Health (CSH), merupakan penerapan secara spesifik dari safety engineering dalam industri konstruksi. Konsep ini baru di kembangkan 5 atau 6 dekade yang lalu. Jadi hal ini dapat dikatakan relatif masih baru, apalagi jika di lihat di Indonesia.

Read more ...
Crane Safety

Crane digunakan untuk mengangkat muatan secara vertikal, menahannya apabila diperlukan, dan menurunkan muatan ke tempat lain yang ditentukan dengan mekanisme pendongkrak (luffing), pemutar (slewing), dan pejalan (travelling).

Read more ...
Faktor-faktor penyebab kecelakaan konstruksi

Banyak Faktor-faktor penyebab kecelakaan konstruksi. Kasus-kasus kecelakaan yang terjadi di luar negeri umumnya adalah metode pelaksanaan konstruksi yang kurang tepat mengakibatkan gedung runtuh yang menewaskan banyak korban.

Read more ...
Rahasia Dibalik Warna Helm Safety

Kenapa warna safety helmet dibuat mencolok atau terang? Kenapa warna safety helmet itu berbeda-beda? Apa sih arti warna safety helmet? K3 Umum. Nah, sebagian dari Anda pasti pernah melihat karyawan yang menggunakan safety helmet atau helm proyek K3 Umum.

Read more ...

Setiap kita riding pasti ada saatnya kita mengisi bahan bakar kita, tapi pernah kah terpikir darimana premium atau pertamax itu berasal atau bagaimana cara mengolahnya? Tulisan kali ini sedikit tentang pengoboran minyak lepas pantai.

Read more ...
Tetap Aman Saat Lifting / Mengangkat Barang

Lifting merupakan aplikasi untuk mengangkat barang, dalam proses ini terdapat resiko kecelakaan yang relative besar. Adapun factor yang dapat mengakibatkan proses lifting mengalami kegagalan yaitu

Read more ...
Keselamatan Pada Tabung Gas Bertekanan

Saat ini tabung gas bertekanan banyak digunakan untuk pengelasan (oksigen dan asetilen), kebutuhan di oksigen di rumah sakit, SCBA, bahan bakar pada rumah tangga (elpiji) ataupun di Industri (CNG). Sangat penting sekali untuk mengetahui penggunaan yang aman pada tabung gas bertekanan untuk menghindarkan dari kecelakaan

Read more ...

Respon terhadap tumpahan bahan kimia atau buangan lain mungkin mengandung banyak kegiatan yang berbeda dan mungkin terkait dengan syarat peraturan yang bermacam-macam. Kegiatan dan prosedur respon juga tidak akan terduga tergantung dari sifat alamiah dan jumlah bahan yang terbuang. Bila perusahaan menyimapan

Read more ...
Tips Memilih Sarung Tangan untuk Para Biker

Berkendara dengan sepeda motor memang terkesan santai, tapi seiring dengan inovasi serta perkembangan fitur yang mumpuni, sepeda motor kini menjadi kebutuhan wajib para pengendara sepeda motor. Dan, kelengkapan safety riding pun menjadi wajib saat berkendara.

Read more ...
Jangan Multitasking Saat Mengemudi

Multi-tasking tak selamanya baik, setidaknya saat seseorang mengemudi. Sebuah riset baru menunjukkan bahwa multi-tasking saat mengemudi justru berbahaya. Laporan yang dinamakan `The Battle for Attention` ini dibuat oleh Dr Neale Kinnear dan Dr Alan Stevens dari 

Read more ...
3 Penyebab Mobil Terbakar dan Cara Mencegahnya

Belakangan ini sedang marak–maraknya kejadian mobil terbakar secara tiba–tiba baik di jalanan maupun di jalan tol. Terbakarnya sebuah mobil dapat terjadi di mobil baru ataupun mobil lama. Untuk mobil lama disebabkan karena kualitas kabel yang mulai menurun.

Read more ...
Menerapkan Defensive Driving Tidak Sulit, Lho

Jakarta - PT Ford Motor Indonesia (FMI) memiliki program pelatihan Ford Driving Skills for Life (DSFL). Program ini juga memberikan pelatihan untuk awak media, termasuk detikOto. Apa saja? simak ulasannya berikut.

Read more ...
Teknik Pemadaman Api menggunakan APAR dan Hydrant

Tempat kerja merupakan salah satu lokasi yang rawan terhadap bahaya kebakaran, maka berdasarkan hal tersebut pemerintah telah menetapkan peraturan perundangan untuk menanggulangi masalah kebakaran.

Read more ...
Alat Pemadam Api untuk Kapal

Perjalanan menggunakan kapal laut bisa menjadi perjalanan yang memakan waktu cukup lama, oleh sebab itu perlu persiapan yang matang saat perjalanan khususnya dari segi keamanan perjalanan.

Read more ...
Klasifikasi Jenis Penyebab Kebakaran

Ketika kebakaran terjadi kuasailah pada saat api tersebut masih kecil, semakin besar api semakin sulit memadamkannya. Tindakan yang cepat diperlukan agan pemadaman api dapat efektif dilakukan. Pengetahuan mengenai jenis alat pemadam api yang sesuai dengan material yang terbakar sangat diperlukan

Read more ...
Prinsip Dasar Pencegahan Kebakaran

Proteksi kebakaran (fire protection) adalah merupakan aspek paling utama dalam program perlindungan kebakaran. Perencanaan yang baik dalam aktifitas pencegahan kebakaran akan dapat menyelamatkan miliaran rupiah dan juga nyawa manusia akibat kebaran.

Read more ...

Training Ahli K3 Kimia. Lokasi Jakarta Surabaya. PJK3 Resmi. Diskon Khusus Pendaftar Lebih dari Dua Orang.

Read more ...
10 Karakter Safety Leadership Penentu Keberhasilan Budaya K3, Mana yang Dimiliki Pemimpin Anda?

Sebagai seorang safety officer mungkin Anda pernah melontarkan pertanyaan, "dari mana kita mulai membentuk sebuah budaya K3 di perusahaan?". Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ahli K3 dunia pun dengan tegas menjawab, "pembentukan budaya K3 dimulai dari manajemen puncak".

Read more ...
Lagging and Leading

Pada umumnya, penerapan keselamatan kerja di Indonesia diukur melalui seberapa banyak kecelakaan kerja yang terjadi dalam satu tahun. Para professional K3 akan melakukan tindakan semaksimal mungkin agar indikator kecelakaan tersebut selalu dalam posisi 0.

Read more ...
11 Langkah Bertahan Hidup Saat Terjadi Kecelakaan Pesawat

Kini pesawat menjadi salah satu alat transportasi dan bisnis yang sudah menjadi kebutuhan primer. Tidak menampik rawannya kecelakaan, baik maskapai yang berbasis low cost maupun yang full service, sangat penting sekali untk ditumbuhkan rasa kewaspadaan dari setiap penumpang.

Read more ...
7 Kesalahan dalam K3 yang Harus Anda Hindari

Terjadinya kecelakaan kerja bisa disebabkan banyak faktor. Meski perusahaan sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah agar hal itu tidak sampai terjadi, namun sering kali ada kesalahan yang dilakukan pekerja. Sehingga kemudian hal yang tidak diinginkan itu sampai terjadi.

Read more ...
10 Kesalahan Fatal Saat Mengoperasikan Forklift

Mulai dari pergudangan, logistik, hingga industri manufaktur, forklift digunakan sebagai peralatan vital penunjang produktivitas. Forklift merupakan alat angkut paling utama yang digunakan sebagai alat transportasi dan pengangkat barang-barang khususnya untuk barang-barang berat.

 

Keberadaan forklift bisa sangat membantu proses pengangkutan barang, namun kendaraan ini  juga bisa berbahaya dan mengakibatkan kecelakaan jika tidak dioperasikan dengan hati-hati.

Read more ...
Tips Duduk Yang Benar Di Depan Komputer, Patuhi Aturan 20/20/20!

Tips duduk yang benar di depan komputer, salah satunya Anda harus mematuhi aturan 20/20/20. Tips duduk di depan komputer ini wajib diketahui para pekerja kantoran yang setiap hari bekerja lebih dari tujuh jam dengan menatap layar komputer. Why?

Read more ...
Agar Motor Aman Saat Menerjang Banjir, Lakukan Tips Ini!

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pusat Dwikorita Karnawati memprediksi puncak musim hujan di Indonesia akan berlangsung pada Januari 2018. Bahkan, di beberapa tempat di bagian timur Indonesia, musim hujan diprediksi terjadi sampai Februari 2018.

Hal ini membuat banyak pengendara motor terpaksa bahkan nekat untuk menerobos genangan air yang cukup tinggi. Alhasil, motor pun bisa mogok di tengah jalan karena mesin motor atau knalpot kemasukan air. Tentu saja hal ini akan merugikan diri sendiri, sudah baju basah, harus dorong motor, hingga mengeluarkan kocek untuk membawa si kuda besi ke bengkel.

Read more ...
Seminar Upgrading Integrated QHSE Management System

Seperti kita ketahui bersama, ISO 9001 & ISO 14001 merupakan sistem manajemen yang paling populer di dunia, di mana pada akhir tahun 2015 lalu telah terbit versi terbarunya, yaitu versi 2015. Tentunya hal tersebut akan memiliki pengaruh yang signifikan bagi perusahaan yang menjalankan sistem manajemen tersebut, apalagi yang menerapkannya secara integrasi atau biasa disebut Integrated QHSE Management System (ISO 9001 – ISO 14001 – OHSAS 18001). Pada event kali ini akan membahas versi terbaru ISO 9001 dan ISO 14001 yang menitikberatkan kepada integrasi dua sistem manajemen tersebut dalam proses bisnis dengan risk and opportunity, penanganan internal and exernal issue serta stakeholder needs and expectations, di mana sebetulnya hal ini adalah kunci utama bagi efektif-nya implementasi sistem manajemen. Selain itu di tahun 2016 ini juga direncanakan terbit standar baru sistem Manajemen K3 ISO 45001 yang akan menggantikan Standar Sistem Manajemen K3 OHSAS 18001:2007. Tentu banyak hal yang belum diketahui terkait bagaimana perubahan dan transisi dari OHSAS 18001 menuju ISO 45001:2016.

Read more ...
Mengintip Standar Baru ISO 9001:2015

ISO 9001 telah mengalami 3 kali revisi semenjak pertama kali diterbitkan pada tahun 1987 yaitu  ISO 9001:1987. Revisi pertama kali dilakukan pada tahun 1994 yang menghasilkan 3 versi sekaligus yaitu ISO 9001:1994 yang ditujukan khusus untuk perusahaan manufaktur dengan

Read more ...
SOP-it!

Di banyak perusahaan, banyaknya prosedur dan SOP tidak menjamin customerjadi happy. Malah, karyawan juga sering ikut-ikutan kesal karena prosedur yang ada ribet dan membuat susah bekerja.

Read more ...
Risk Engineering Perspektif ISO 31000

Akhir-akhir ini banyak ditemukan penggunaan istilah Risk Engineering terutama di beberapa Negara yang penerapan manajemen risiko mereka sudah cukup maju. Berbagai kisah sukses penerapan Risk Engineering juga menghiasi beberapa majalah pengetahuan yang berkaitan dengan manajemen risiko,

Read more ...

Kebakaran yang terjadi di kawasan pergudangan Kosambi, Tangerang, Banten pada Kamis (26/10) telah menewaskan 48 orang meninggal dan sedikitnya 46 korban luka. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan ledakan bersumber dari arah depan gedung. Lalu apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan percikan api saat salah satu karyawan melakukan pengelasan disimpulkan menjadi penyebab terjadinya kebakaran.

Read more ...
21 Tugas dan Tanggung Jawab HSE Manager

Setiap HSE Manager  atau manajer Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus tahu mengenai tugas, tanggung jawab yang dijalankannya. Dengan begitu diharapkan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja dapat terkontrol. Sehingga tujuan untuk meminimalkan kecelakaan kerja bisa tercapai.

Perusahaan yang memiliki manajer K3 juga perlu diapresiasi. Sebab ini langkah nyata untuk membuat penerapan program K3 bisa lebih efektif. Berikut ini penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab HSE manager, yaitu:

Read more ...
Benarkah Pekerja Muda Rentan Mengalami Kecelakaan Kerja?

Benarkah pekerja muda sangat rentan mengalami kecelakaan kerja? Ya, berdasarkan laporan Workplace Safety and Insurance Board  (WSIB), Kanada, lebih dari 50.000 pekerja muda rentang usia 15-24 dilaporkan mengalami cedera setiap tahunnya. Pekerja muda dan baru atau belum berpengalaman, berpotensi mengalami kecelakaan kerja 5 kali lebih tinggi dibanding pekerja lain dalam empat minggu pertama kerja.

Read more ...
Kamu Safety Officer? Mungkin Kamu Pernah Mengalami Hal-Hal di Tempat Kerja

Tantangan Menjadi Safety Officer - Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja saat ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari struktur organisasi Perusahaan, hampir semua jenis usaha sudah menjadikan Keselamatan Kerja sebagai hal yang perlu untuk diperhatikan dan menjadi komitmen perusahaan.

Read more ...
6 Teknik Kunci Pengangkatan Manual Yang Benar

Manual Handling Tips - Pengangkatan secara manual mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian praktisi K3, konsep manual handling sudah banyak disosialisasikan dan diterapkan pada sebagian besar perusahaan. Konsep manual handling ini bertujuan untuk menghindari terjadinya cidera pada tulang belakang saat melakukan pengangkatan,

Read more ...
Penerangan dan Jenis Penerangan di Tempat kerjaPenerangan dan Jenis Penerangan di Tempat kerja

Menurut peraturan pemerintah (1999), penerangan ditempat kerja adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksakan kegiatan secara efektif. 

Read more ...
Ketika Dilema untuk Melaporkan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja

Setiap perusahaan atau industri berkewajiban untuk memelihara keselamatan dan kesehatan kerja SMK3. Setiap hal yang dapat menyebabkan terjadinya insiden (sering disebut incident atau accident) berupa kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja harus dimitigasi untuk mencegah terjadinya insiden tersebut.

Read more ...
Penerapan Contractor Safety Management System (CSMS)

CSMS adalah suatu Sistem Manajemen K3 yang diterapkan kepada kontraktor, meliputi beberapa elemen K3 yang sesuai dengan standar yang diacu (ISRS, ANSI, OHSAS, dll). CSMS sebagai bahan pertimbangan awal oleh perusahaan main contractor untuk menilai kinerja Kontraktor yang akan diterimanya

Read more ...

Industri konstruksi merupakan sektor industri yang mempunyai tingkat risiko tinggi baik dari segi risiko usaha maupun risiko keselamatan kerja dan kesehatan. Berdasarkan data dari International Labor Organization (ILO) yang dikutip dalam Bisnis Indonesia (22 Januari 2010) menyebutkan setidaknya ada 1,1 juta kasus kematian setiap tahunnya di dunia, akibat kecelakaan kerja atau penyakit yang ditimbulkan lingkungan kerja.

King dan Hudson (1985) menyatakan bahwa kematian pada proyek konstruksi di negara-negara berkembang lebih tinggi 3 kali lipat dibandingkan dengan di negara-negara maju sebagai akibat penegakan hukum yang sangat lemah. Tingginya tingkat risiko ini akan berpengaruh terhadap keseluruhan tingkat keberhasilan pekerjaan konstruksi.

Kegagalan penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif seperti penundaan penyelesaian proyek, menurunnya produktifitas kerja, membengkaknya anggaran, rusaknya citra perusahaan penyedia jasa, serta akibat-akibat negatif lainnya.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan K3 yang baik sebagai salah satu bagian dari CSR dapat menjadi competitive strategy bagi perusahaan. Porter (1985) menjelaskan competitive strategy sebagai kemampuan perusahaan untuk menciptakan optimum value bagi klien.

Pelaksanaan K3 yang baik terbukti dapat meningkatkan serta memperbaiki kedisiplinan kerja serta produktivitas karyawan yang akhirnya mempengaruhi produktivitas perusahaan. Muniz et al. (2009) menemukan beberapa aspek kunci yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan K3 yaitu : kebijakan, insentif & partisipasi karyawan, pelatihan, komunikasi, perencanaan serta control/pengawasan.

Perusahaan kontraktor yang memiliki catatan pelaksanaan K3 yang baik (tanpa kecelakaan kerja) pada proyek-proyek sebelumnya akan lebih mudah untuk mendapatkan kepercayaan  dari  stakeholder  atau  klien  untuk  mendapatkan  proyek-proyek selanjutnya.

Sumber Artikel: //www.safetyshoe.com/keselamatan-kerja-dan-kesehatan-di-industri-konstruksi/

ISC Safety School Surabaya menyelenggarakan
Training Ahli Muda K3 Konstruksi
pada tanggal 09 – 13 Juli 2018
(Fix Running)

berlokasi di
AMG Tower Lt. 17
Jl. Dukuh Menanggal No. 1 A
Gayungan – Surabaya
Segera Daftarkan diri anda ke Contact Person Kami
Dirga | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | 08111798354

Listrik adalah satu kebutuhan pokok energi yang harus ada setiap hari. Jika dalam 1 minggu saja listrik mati maka akan terjadi ketidak seimbangan pada perekonomian dan kebutuhan masyarakat. Sebagai manusia yang sangat membutuhkan listrik ada saatnya kita penasaran kenapa listrik bisa membahayakan kita, walau sebenarnya dari segi manfaat jelas sekali banyak manfaat dari energi listrik. Bahan listrik terletak pada tegangan sentuh (kesetrum) serta radiasi (biasanya pada saluran udara tegangan tinggi seperti sutet). Mungkin anda penasaran kenapa kita dapat kesetrum listrik? Bagaimana caranya agar kita tidak kesetrum walau kita memegang listrik? Sebagai seseorang tehnisi listrik pastinya saya harus tau langkah kerja listrik dalam menyetrum (menyengat) manusia, dan berikut langkah agar kita tak tersengat listrik walau anda memegang sumber listrik baik fasa ataupun netral :

Pertama
Untuk seseorang pemula  gunakanlah listrik bertegangan rendah terlebih dulu pada 10-12 volt dengan arus yang rendah juga. Jika anda ngeyel dan tetap memakai listrik bertegangan tinggi saya tak menjamin keselamatan anda.

Kedua
Harap pastikan bahwa kaki anda tak menyentuh langsung ke tanah atau konduktor yang terhubung ke tanah. Gunakanlah sepatu yang terbuat dari bahan isolator dan pastikan anda tak menyentuh (meskipun hanya sedikit) tanah maupun konduktor (untuk lebih amannya). Pastikan anda memakai sepatu safety anti listik. Untuk mendapatkan sepatu safety anti listrik. Setelah memakai sepatu dengan bahan isolator dianjurkan juga untuk ada diatas tempat berisolator, seperti di atas meja yang terbuat dari kayu ataupun karet dan jangan sekali-kali coba di atas meja yang terbuat dari besi karena besi adalah konduktor.

Ketiga
Peganglah salah satu sumber listrik (fasa atau netral) harap diperhatikan bahwa hanya salah satu yang boleh dipegang, jika anda memegang keduanya sama saja anda bunuh diri. Kita tau kalau listrik yang dapat mematikan manusia adalah bagian fasa, maka peganglah kabel fasa dan jangan takut perhatikan apa yang akan terjadi.

Keempat
Suruhlah orang lain untuk menggunakan Tespen guna mengetes diri anda, jika teman anda menempelkan tespen ke badan anda maka tespen aka menyala yang menandakan kalau anda sudah teraliri listrik. Janganlah dibiarkan teman anda menyentuh anda, berharap cermati kalau hanya tespen yang bisa menyentuh anda.

Kelima
Selamat anda sudah memegang listrik tanpa ada kesetrum, sekarang cobalah dengan tegangan tinggi misalnya 220 volt dari listrik PLN.

PERHATIAN

  • Jika anda bukanlah seorang tehnisi dalam bagian kelistrikan baiknya anda tak melakukan ini karena akan begitu berbahaya untuk orang awam.
  • Anda hanya dapat memegang satu kabel fasa saja, jika anda memegang kedua kebel (fasa dan netral) maka anda akan kesetrum.
  • Mintalah teman yang berjaga-jaga di dekat sumber tegangan listrik untuk antisipasi saat terjadi suatu hal yg tidak di inginkan.
  • Mintalah seseorang tenaga ahli (seperti guru listrik) untuk mendampingi anda.
  • Tanah bersifat netral, apabila anda menyentuh tanah maka anda akan kesetrum.

Sumber Artikel: //ginasf.weebly.com/home/tips-agar-tidak-tersengat-listrik-saat-memperbaiki-listrik-yang-konslet

Sumber Gambar: //www.mpw.org 

ISC Safety School Surabaya menyelenggarakan
Training AHLI K3 LISTRIK pada tanggal 02 – 14 Juli 2018
(Fix Running)
berlokasi di
AMG Tower Lt. 17
Jl. Dukuh Menanggal No. 1 A
Gayungan – Surabaya
Segera Daftarkan diri anda ke Contact Person Kami
Dirga | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | 08111798354

Bahan kimia  adalah bagian utama dari kehidupan kita sehari-hari di rumah dan di tempat kerja. Contohnya seperti racun, zat korosif, pelarut dan banyak zat lainnya. Selama kita mengambil tindakan pencegahan yang tepat, bahan kimia ini dapat ditangani dengan aman.

Bahan kimia yang Anda gunakan di rumah termasuk bensin, cat, pupuk, bahan kimia, bug spray, cat, pemutih dan pembersih rumah tangga lainnya. Sedangkan bahan kimia di tempat kerja seperti bahan kimia laboratorium, bahan bakar, cat, bahan kimia kantor mesin fotokopi, cairan koreksi, pelumas dan korosif.

Kita terkena bahan kimia dengan melalui beberapa cara diantaranya.
1. Inhalasi (Pernafasan)
Bernafasas dalam debu, kabut dan uap - Contoh: Bekerja dengan beton di rumah tanpa respirator
2. Tertelan
Makan makanan yang terkontaminasi - Contoh: Makan siang di area kerja di mana ada kontaminan udara
3. Penyerapan
Kontak kulit dengan bahan kimia - Contoh: dermatitis kontak atau iritasi mata
4. Injeksi (Suntikan)
Memasukkan zat ke dalam tubuh melalui jarum atau perangkat tekanan tinggi - Contoh: jarm suntik

Anda dapat melindungi diri terhadap bahaya kimia melalui:

  • Membaca label kontainer, lembar data keamanan bahan (MSDS) dan instruksi kerja sebelum Anda menangani bahan kimia;
  • Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang seperti kacamata kimia, respirator, sarung tangan keselamatan, apron, sepatu baja berkuku, kacamata keselamatan dengan perisai sisi, dll. Pastikan APD dalam kondisi baik dan Anda sudah dilatih dalam penggunaannya ;
  • Memeriksa semua APD sebelum Anda menggunakannya. Mencari cacat dalam peralatan seperti retak, bagian yang hilang, robekan, dll Pastikan respirator Anda memiliki cartridge kimia yang tepat untuk bahaya bahan kimia tertentu. Mengubah cartridge bila diperlukan;
  • Mengetahui lokasi pancuran keselamatan dan stasiun obat cuci mata dan bagaimana menggunakannya;
  • Cuci tangan sebelum makan, terutama setelah menangani bahan kimia;
  • Meninggalkan pakaian Anda yang terkontaminasi di tempat kerja. Jika Anda mengenakan pakaian kerja yang terkontaminasi ke dalam rumah, Anda dapat menimbulkan potensi bahaya k3 kimia bagi keluarga Anda.

Source: https://www.indonesiasafetycenter.org/knowledges/tips-dasar-k3-kimia

Apa yang Dimaksud Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 / OH&S) ?

Program keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebuah  rencana  tindakan yang dirancang untuk mencegah kecelakaan dan penyakit kerja. Beberapa bentuk aktivitas dalam program tersebut merupakan persyaratan  dalam undang-undang/peraturan keselamatan dan kesehatan kerja, oleh karenanya sebuah program kesehatan dan keselamatan kerja minimum harus mencakup unsur-unsur yang dipersyaratkankan oleh undang-undang/peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.

Dikarenakan suatu organisasi berbeda dengan organisasi lainnya, sebuah program yang dikembangkan untuk satu organisasi belum tentu dapat memenuhi kebutuhan organisasi lainnya baik dari sisi kebutuhan pemenuhan persyaratan undang-undang/peraturan K3 ataupun pemenuhan terhadap kebutuhan sesuai dengan jenis dan karakteristik serta budaya kerjanya. Dalam hal ini kami mencoba meringkas elemen-elemen umum dari sebuah program keselamatan dan kesehatan agar dapat dipergunakan oleh  organisasi menengah dan  kecil untuk mengembangkan program K3 sesuai dengan  kebutuhan organisasinya secara spesifik. Sebuah program yang unik dan specific dapat dikembangkan dengan cara melibatkan karyawan secara mendalam dalam perancangan  Program kesalamatan dan Kesehatan Kerja, hal ini merupakan syarat mutlak yang dalam kondisi tertentu mungkin keterlibatan karyawan harus diusahakan dan jika diperlukan keterlibatan karyawan ini dirancang dengan upaya lebih komprehensif  dan tegas atau merupakan suatu bagian dari uraian tugas dan tanggung gugatnya.

 

Apakah yang Dimaksud dengan Elemen – Elemen Dasar Penerapan Program Keselamatan  dan  Kesehatan Kerja (K3/OH&S)?

Walaupun Kebutuhan, ruang lingkup dan karakteristik organisasi berbeda satu dengan yang lainnnya namun Elemen dasar penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut:

  • Elemen ke   1  Tekad dan Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan   Kerja(K3)
  • Elemen ke   2  Tanggung jawab, wewenang dan tanggung gugat
  • Elemen ke   3  Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), pasrtisipasi, konsultasi dan komunikasi
  • Elemen ke   4  Peraturan umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  • Elemen ke   5  Prosedur Kerja Aman dan Analisa keamanan metoda kerja
  • Elemen ke   6  Orentasi Kerja untuk Karyawan
  • Elemen ke   7  Pelatihan dan Kesadaran
  • Elemen ke   8  Inspeksi tempat kerja
  • Elemen ke   9  Pelaporan dan Analisa Kecelakaan Kerja
  • Elemen ke 10  Pengendalaian Tanggap Darurat
  • Elemen ke 11  Penyediaan dan Penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan(P3K)/pertolongan pertama gawat darurat(PPGD) perawatan medis
  • Elemen ke 12  Promosi keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Elemen ke 13  Pengendalian Operasional Keselamatan dan Kesehatan kerja

 

 

Elemen Program ke: 1 Tekad dan Kebijakan Tertulis.

Apakah yang dimaksud dengan Pernyataan Kebijakan?

Pernyatan Kebijakan Suatu organisasi keselamatan dan kesehatan kerja adalah pernyataan prinsip dan aturan umum yang berfungsi sebagai panduan untuk bertindak. Manajemen senior harus berkomitmen untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut diberlakukan tanpa pengecualian. Kebijakan kesehatan dan keselamatan harus memiliki kepentingan/arah yang  sama dengan kebijakan organisasi, secara lebih tepat kebijakan K3 harus merupakan penjabaran secara spesifik dari kebijakan organisasi terhadap kebutuhan organisasi tersebut dilihat dari sisi pandang kepentingan perusahaan dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

Pernyataan kebijakan dapat singkat, tetapi harus menyebutkan:

  • komitmen manajemen untuk melindungi keselamatan dan kesehatan karyawannya
  • tujuan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja
  • Filosofi/prinsif dasar keselamatan dan kesehatan kerja organisasi seperti: bahwa kesehatan dan keselamatan tidak akan dikorbankan untuk demi keuntungan, bahwa bekerja dengan pengabaian terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja adalah kinerja tidak dapat diterima dan tidak ditoleransi
  • Penunjukan penanggung jawab untuk penerapan  keselamatan dan kesehatan kerja baik seara menyuluruh ataupun bagian perbagian, jabtan khusus atau jabatan pada level tertentu organisasi tsb, serta penegasan secara umum peran dan tanggung jawab dari semua karyawan, pihak-pihak terkait terhadap kepatuhan dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

Kebijakan tersebut harus:

  • dinyatakan dalam istilah yang jelas, tidak dengan kata yang bias,  tegas dan lugas
  • ditandatangani oleh Top Manajemen organisasi
  • terus ditinjau dan dimutakhirkan
  • dikomunikasikan kepada setiap karyawan
  • melekat dalam seluruh kegiatan kerja

 

Berikut ini adalah contoh dari kesehatan dan keselamatan pernyataan kebijakan:

Pt. Usaha Makmur Mandiri

 

Kebijakan Manajemen

Perihal: Penerapan Keselamatan dan Keehatan kerja

Kepada : Seluruh Karyawan

Berlaku sejak:  2 Januari 2011 s/d 31 Desember 2011

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pt. Usaha Makmur Mandiri merupakan prioritas utama dalam rangka melindungi karyawan dan kepentingan keberlangsungan perusahaan dari sisi perlindungan sumber daya manusia sebagai asset penting perusahaan. Maka Manajemen berkomitmen untuk melakukan semua upaya dan daya untuk melindungi karyawannya dari kecelakaan, penyakit akibat kerja, bahaya kebakaran serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman..

Oleh karenanya:

1) Semua Supervisor bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua bawahannya mendapatkan pelatihan yang diperlukan untuk menghasilkan output  yang optimal tanpa mengakibatkan kecelakaan, dan memastika semua bawahannya mengikuti metoda kerja yang aman serta mematuhi peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.

2)Semua karyawan diwajibkan untuk mendukung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjadikannya bagian dari tugas rutin harian, mengikuti semua aturan keselamatan dan kesehatan kerja serta melaksanakan metoda kerja yang aman berdasarkan prosedur yang sudah ditetapkan.

3) Semua karyawan yang tidak mematuhi dan mengabaikan kebijakan ini dan tidak menjalankan dengan baik keselamatan dan kesehatan kerja di area yang menjadi  tanggung jawabnya akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perusahaan sebagaimana tercantum dalam perjanjian kesepakatan kerja bersama.

4) Peraturan perundangan keselamatan kesehatan kerja yang berlaku di Indonesia adalah merupakan standard minimum perusahaan yang harus dilaksanakan dan ditaati.

5)Semua karyawan mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk mendapat perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja,

6)perbaikan menerus Keselamatan dan kesehatan kerja harus diupayakan dan menjadi tanggung jawab seluruh karyawan dan manajemen perusahaan.

Budi Prasetio Amukresa, Presiden Direktur Pt. Usaha Makmur Mandiri

 

Elemen Program ke 2 : Tanggung Jawab, Wewenang dan Tanggung Gugat

Apakah yang dimaksud dengan Tanggung Jawab, Wewenang dan Tanggung gugat?

Tanggung jawab siapakah K3?

Keselamatan dan Kesehatan kerja adalah tanggungjawab bersama antara karyawan dan manajemen perusahaan. Manajemen bertanggungjawab terhadap konsekuensi dari kesesuaian dan kepatuhan perusahaan kepada peraturan K3 yang berlaku.

Semua aktifitas K3 minimumnya harus didasarkan pada tanggung jawab pribadi secara khusus sesuai dengan peranannya dan resiko yang mungkin ada dari pekerjaannya di perusahaan tersebut.

Beberapa kendala yang sering ditemukan adalah peran dan tanggungjawab ini tidak diketahui atau tidak dijabarkan dalam uraian yang cukup jelas sebagai bagian yang utuh dari tanggung jawab, wewenang dan uraian tugas yang ada. Untuk memperjelas tanggung jawab, wewenang dan tanggung gugat

Tanggung jawab dapat didefinisikan sebagai sebuah  kewajiban individu untuk melaksanakan pekerjaan  yang ditugaskan. Walaupun seringkali dibenarkan seorang atasan dalam melaksanakan tugas dapat memberikan Otoritasnya kepada bawahan yang di anggap mampu dan mempunyai kualifikasi untuk menjalankannya. Dengan suatu syarat delegasi ini, seorang  atasan menyiratkan memberikan hak untuk membuat keputusan dan bertindak atas nama atasannya. Penting untuk dicatat bahwa, ketika beberapa tanggung jawab  didelegasikan, atasan tetap bertanggung jawab untuk memantau bahwa semua tanggungjawab, wewenang dan tanggung gugat  dilakukan sesuai dengan yang seharusnya

tanggung jawab individu harus ditetapkan dan berlaku untuk setiap karyawan di tempat kerja pada setiap level tidak ada terkecuali, hal ini sangat penting dalam budaya Indonesia dimana pemimpin akan dilihat sebagai suri tauladannya sehingga kunci kesuksesan K3 terletak dari suri tauladanpara  pimpinan perusahaan.

Perusahaan dapat saja menunjuk seorang koordinatorK3 tetapi alangkah baiknya koordinator ini bertugas dengan focus  kepada bagaimana caranya semua tugas dan tanggung jawab K3 secara pribadi semua karyawan dapat dijalankan dan diawasi. Jangan biarkan koordinator yang ditunjuk menjadi dalih untuk melepaskan tanggung jawab K3 secara individu diperusahaan tersebut sehingga semua orang dapat menunjuknya untuk bertanggungjawab terhadap permasalahan K3 maka ketidak efektifan dan kontraproduktif akan terjadi. Keterlibatan secara aktif dalam pelaksanaan K3 sangatlah mutlak dan tidak terbantahkan jika kita mengharapkan program K3 memberikan hasil yang diharapkan perusahaan. Dengan menuliskan tanggung jawab, wewenang dan tanggung gugat semua karyawan disemua level pada masing-masing Job Description/Uraian tugasnya semua orang akan mengetahui dengan jelas posisinya dalam pelaksanaan K3.

 

Untuk memenuhi tanggung jawab individu mereka, orang harus:

  • Tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya (komunikasi diperlukan)
  • Memiliki kewenangan yang cukup untuk menjalankan tanggungjawabnya (berkaitan dengan keorganisasian)
  • Memiliki kemampuan yang dibutuhkan dan kompetensi (pelatihan atau sertifikasi yang dipersyaratkan)

Jika ketiga hal tersebut diatas telah dengan cukup disediakan maka,  kinerja keselamatan dan kesehatan kerja  harus menjadi salah satu kriteria penilaian kinerja individu tahunan disamping kriteria penilaian lainnya.

 

Apa saja contoh tanggung jawab pekerja?

Contoh tanggung jawab pekerja meliputi:

  • Menggunakan pelindung diri dan peralatan keselamatan seperti yang dipersyaratkan oleh majikan
  • Mengikuti prosedur kerja yang aman
  • Mengetahui dan mematuhi semua peraturan
  • Pelaporan yang cedera atau sakit segera
  • Pelaporan tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman
  • Berpartisipasi dalam komite keselamatan dan kesehatan kerja

 

Apa saja contoh tanggung jawab pengawas?

Contoh tanggung jawab pengawas  meliputi:

  • Memerintahkan pekerja untuk mengikuti tatacara kerja yang aman
  • Menegakkan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja
  • Mengoreksi tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman
  • Memastikan  hanya pekerja yang berwenang dan  terlatih yang mengoperasikan peralatan
  • Pelaporan dan menyelidiki semua kecelakaan / insiden
  • Memeriksa daerah sendiri dan mengambil tindakan perbaikan untuk mengurangi atau menghilangkan bahaya
  • Memastikan peralatan dipelihara dengan benar
  • Mempromosikan kesadaran keselamatan pekerja

 

Apa Saja Contoh Tanggung Jawab Manajemen?

Contoh tanggung jawab manajemen meliputi:

  • Menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat
  • Membangun dan mempertahankan program keselamatan dan kesehatan kerja
  • Memastikan pekerja dilatih atau bersertifikat, seperti yang dipersyaratkan
  • Pelaporan kasus kecelakaan dan penyakit kerja kepada otoritas yang tepat
  • Menyediakan fasilitas bantuan PPGD dan medis
  • Memastikan APD tersedia, cukup dan baik sesuai peraturan
  • Menyediakan informasi keselamatan dan kesehatan bagi karyawan
  • Mendukung supervisor dalam kegiatan keselamatan  dan kesehatan kerja mereka
  • Mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan pengawas

Apa Saja Contoh Tanggung Jawab Koordinator Keselamatan?

Contoh tanggung jawab koordinator keselamatan meliputi:

  • Menjelaskan masalah keselamatan dan kesehatan pada semua karyawan
  • Koordinasi kegiatan keselamatan dan kesehatan antar departemen
  • Mengumpulkan dan menganalisis statistik K3
  • Menyediakan pelatihan K3
  • Melakukan penelitian tentang masalah-masalah khusus
  • Menghadiri pertemuan K3 komite sebagai narasumber

 

 

Sumber: //safetyenvi.wordpress.com/

Infografis

More info

For Training in Jakarta

Call Riasti Sundaya

+62 811-1797-484

 

For Training in Surabaya & Makassar

Call Dirga

+62 811-1798-354

 

For Training in Balikpapan

Call Loli

+62 811-9334-860

 

 

 

Latest Event

Inhouse Training Teknisi K3 Listrik di PT Indonesia Comnet Plus
Public Training Ahli K3 Umum ISC Safety School Surabaya
Inhouse Training Awareness Safety Construction PT Acset Indonusa Tbk
Inhouse Training Risk Management Safety PT. Vopak Terminal Merak
Inhouse Training Operator Boomlift PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia

Get Our Regular Safety Ebook

Stay on top of the latest and greatest

Follow us on

Web Analytics