Menerapkan Ergonomi Sangat Penting untuk Pekerjaan Konstruksi

Sebagai pekerja konstruksi, apakah Anda sudah menerapkan ergonomi dalam pekerjaan Anda? Mengapa ergonomi sangat penting untuk pekerjaan konstruksi? Perlu Anda pahami ergonomi tidak hanya diterapkan untuk pekerja kantor saja, namun juga penting diterapkan di sektor industri, salah satunya pekerjaan konstruksi.

Read more ...
Contruction safety and Health (CSH)Contruction safety and Health (CSH)

Contruction safety and Health (CSH), merupakan penerapan secara spesifik dari safety engineering dalam industri konstruksi. Konsep ini baru di kembangkan 5 atau 6 dekade yang lalu. Jadi hal ini dapat dikatakan relatif masih baru, apalagi jika di lihat di Indonesia.

Read more ...
Crane Safety

Crane digunakan untuk mengangkat muatan secara vertikal, menahannya apabila diperlukan, dan menurunkan muatan ke tempat lain yang ditentukan dengan mekanisme pendongkrak (luffing), pemutar (slewing), dan pejalan (travelling).

Read more ...
Faktor-faktor penyebab kecelakaan konstruksi

Banyak Faktor-faktor penyebab kecelakaan konstruksi. Kasus-kasus kecelakaan yang terjadi di luar negeri umumnya adalah metode pelaksanaan konstruksi yang kurang tepat mengakibatkan gedung runtuh yang menewaskan banyak korban.

Read more ...
Rahasia Dibalik Warna Helm Safety

Kenapa warna safety helmet dibuat mencolok atau terang? Kenapa warna safety helmet itu berbeda-beda? Apa sih arti warna safety helmet? K3 Umum. Nah, sebagian dari Anda pasti pernah melihat karyawan yang menggunakan safety helmet atau helm proyek K3 Umum.

Read more ...

Setiap kita riding pasti ada saatnya kita mengisi bahan bakar kita, tapi pernah kah terpikir darimana premium atau pertamax itu berasal atau bagaimana cara mengolahnya? Tulisan kali ini sedikit tentang pengoboran minyak lepas pantai.

Read more ...
Tetap Aman Saat Lifting / Mengangkat Barang

Lifting merupakan aplikasi untuk mengangkat barang, dalam proses ini terdapat resiko kecelakaan yang relative besar. Adapun factor yang dapat mengakibatkan proses lifting mengalami kegagalan yaitu

Read more ...
Keselamatan Pada Tabung Gas Bertekanan

Saat ini tabung gas bertekanan banyak digunakan untuk pengelasan (oksigen dan asetilen), kebutuhan di oksigen di rumah sakit, SCBA, bahan bakar pada rumah tangga (elpiji) ataupun di Industri (CNG). Sangat penting sekali untuk mengetahui penggunaan yang aman pada tabung gas bertekanan untuk menghindarkan dari kecelakaan

Read more ...

Respon terhadap tumpahan bahan kimia atau buangan lain mungkin mengandung banyak kegiatan yang berbeda dan mungkin terkait dengan syarat peraturan yang bermacam-macam. Kegiatan dan prosedur respon juga tidak akan terduga tergantung dari sifat alamiah dan jumlah bahan yang terbuang. Bila perusahaan menyimapan

Read more ...
Tips Memilih Sarung Tangan untuk Para Biker

Berkendara dengan sepeda motor memang terkesan santai, tapi seiring dengan inovasi serta perkembangan fitur yang mumpuni, sepeda motor kini menjadi kebutuhan wajib para pengendara sepeda motor. Dan, kelengkapan safety riding pun menjadi wajib saat berkendara.

Read more ...
Jangan Multitasking Saat Mengemudi

Multi-tasking tak selamanya baik, setidaknya saat seseorang mengemudi. Sebuah riset baru menunjukkan bahwa multi-tasking saat mengemudi justru berbahaya. Laporan yang dinamakan `The Battle for Attention` ini dibuat oleh Dr Neale Kinnear dan Dr Alan Stevens dari 

Read more ...
3 Penyebab Mobil Terbakar dan Cara Mencegahnya

Belakangan ini sedang marak–maraknya kejadian mobil terbakar secara tiba–tiba baik di jalanan maupun di jalan tol. Terbakarnya sebuah mobil dapat terjadi di mobil baru ataupun mobil lama. Untuk mobil lama disebabkan karena kualitas kabel yang mulai menurun.

Read more ...
Menerapkan Defensive Driving Tidak Sulit, Lho

Jakarta - PT Ford Motor Indonesia (FMI) memiliki program pelatihan Ford Driving Skills for Life (DSFL). Program ini juga memberikan pelatihan untuk awak media, termasuk detikOto. Apa saja? simak ulasannya berikut.

Read more ...
Teknik Pemadaman Api menggunakan APAR dan Hydrant

Tempat kerja merupakan salah satu lokasi yang rawan terhadap bahaya kebakaran, maka berdasarkan hal tersebut pemerintah telah menetapkan peraturan perundangan untuk menanggulangi masalah kebakaran.

Read more ...
Alat Pemadam Api untuk Kapal

Perjalanan menggunakan kapal laut bisa menjadi perjalanan yang memakan waktu cukup lama, oleh sebab itu perlu persiapan yang matang saat perjalanan khususnya dari segi keamanan perjalanan.

Read more ...
Klasifikasi Jenis Penyebab Kebakaran

Ketika kebakaran terjadi kuasailah pada saat api tersebut masih kecil, semakin besar api semakin sulit memadamkannya. Tindakan yang cepat diperlukan agan pemadaman api dapat efektif dilakukan. Pengetahuan mengenai jenis alat pemadam api yang sesuai dengan material yang terbakar sangat diperlukan

Read more ...
Prinsip Dasar Pencegahan Kebakaran

Proteksi kebakaran (fire protection) adalah merupakan aspek paling utama dalam program perlindungan kebakaran. Perencanaan yang baik dalam aktifitas pencegahan kebakaran akan dapat menyelamatkan miliaran rupiah dan juga nyawa manusia akibat kebaran.

Read more ...

Training Ahli K3 Kimia. Lokasi Jakarta Surabaya. PJK3 Resmi. Diskon Khusus Pendaftar Lebih dari Dua Orang.

Read more ...
10 Karakter Safety Leadership Penentu Keberhasilan Budaya K3, Mana yang Dimiliki Pemimpin Anda?

Sebagai seorang safety officer mungkin Anda pernah melontarkan pertanyaan, "dari mana kita mulai membentuk sebuah budaya K3 di perusahaan?". Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ahli K3 dunia pun dengan tegas menjawab, "pembentukan budaya K3 dimulai dari manajemen puncak".

Read more ...
Lagging and Leading

Pada umumnya, penerapan keselamatan kerja di Indonesia diukur melalui seberapa banyak kecelakaan kerja yang terjadi dalam satu tahun. Para professional K3 akan melakukan tindakan semaksimal mungkin agar indikator kecelakaan tersebut selalu dalam posisi 0.

Read more ...
11 Langkah Bertahan Hidup Saat Terjadi Kecelakaan Pesawat

Kini pesawat menjadi salah satu alat transportasi dan bisnis yang sudah menjadi kebutuhan primer. Tidak menampik rawannya kecelakaan, baik maskapai yang berbasis low cost maupun yang full service, sangat penting sekali untk ditumbuhkan rasa kewaspadaan dari setiap penumpang.

Read more ...
7 Kesalahan dalam K3 yang Harus Anda Hindari

Terjadinya kecelakaan kerja bisa disebabkan banyak faktor. Meski perusahaan sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah agar hal itu tidak sampai terjadi, namun sering kali ada kesalahan yang dilakukan pekerja. Sehingga kemudian hal yang tidak diinginkan itu sampai terjadi.

Read more ...
10 Kesalahan Fatal Saat Mengoperasikan Forklift

Mulai dari pergudangan, logistik, hingga industri manufaktur, forklift digunakan sebagai peralatan vital penunjang produktivitas. Forklift merupakan alat angkut paling utama yang digunakan sebagai alat transportasi dan pengangkat barang-barang khususnya untuk barang-barang berat.

 

Keberadaan forklift bisa sangat membantu proses pengangkutan barang, namun kendaraan ini  juga bisa berbahaya dan mengakibatkan kecelakaan jika tidak dioperasikan dengan hati-hati.

Read more ...
Tips Duduk Yang Benar Di Depan Komputer, Patuhi Aturan 20/20/20!

Tips duduk yang benar di depan komputer, salah satunya Anda harus mematuhi aturan 20/20/20. Tips duduk di depan komputer ini wajib diketahui para pekerja kantoran yang setiap hari bekerja lebih dari tujuh jam dengan menatap layar komputer. Why?

Read more ...
Agar Motor Aman Saat Menerjang Banjir, Lakukan Tips Ini!

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pusat Dwikorita Karnawati memprediksi puncak musim hujan di Indonesia akan berlangsung pada Januari 2018. Bahkan, di beberapa tempat di bagian timur Indonesia, musim hujan diprediksi terjadi sampai Februari 2018.

Hal ini membuat banyak pengendara motor terpaksa bahkan nekat untuk menerobos genangan air yang cukup tinggi. Alhasil, motor pun bisa mogok di tengah jalan karena mesin motor atau knalpot kemasukan air. Tentu saja hal ini akan merugikan diri sendiri, sudah baju basah, harus dorong motor, hingga mengeluarkan kocek untuk membawa si kuda besi ke bengkel.

Read more ...
Seminar Upgrading Integrated QHSE Management System

Seperti kita ketahui bersama, ISO 9001 & ISO 14001 merupakan sistem manajemen yang paling populer di dunia, di mana pada akhir tahun 2015 lalu telah terbit versi terbarunya, yaitu versi 2015. Tentunya hal tersebut akan memiliki pengaruh yang signifikan bagi perusahaan yang menjalankan sistem manajemen tersebut, apalagi yang menerapkannya secara integrasi atau biasa disebut Integrated QHSE Management System (ISO 9001 – ISO 14001 – OHSAS 18001). Pada event kali ini akan membahas versi terbaru ISO 9001 dan ISO 14001 yang menitikberatkan kepada integrasi dua sistem manajemen tersebut dalam proses bisnis dengan risk and opportunity, penanganan internal and exernal issue serta stakeholder needs and expectations, di mana sebetulnya hal ini adalah kunci utama bagi efektif-nya implementasi sistem manajemen. Selain itu di tahun 2016 ini juga direncanakan terbit standar baru sistem Manajemen K3 ISO 45001 yang akan menggantikan Standar Sistem Manajemen K3 OHSAS 18001:2007. Tentu banyak hal yang belum diketahui terkait bagaimana perubahan dan transisi dari OHSAS 18001 menuju ISO 45001:2016.

Read more ...
Mengintip Standar Baru ISO 9001:2015

ISO 9001 telah mengalami 3 kali revisi semenjak pertama kali diterbitkan pada tahun 1987 yaitu  ISO 9001:1987. Revisi pertama kali dilakukan pada tahun 1994 yang menghasilkan 3 versi sekaligus yaitu ISO 9001:1994 yang ditujukan khusus untuk perusahaan manufaktur dengan

Read more ...
SOP-it!

Di banyak perusahaan, banyaknya prosedur dan SOP tidak menjamin customerjadi happy. Malah, karyawan juga sering ikut-ikutan kesal karena prosedur yang ada ribet dan membuat susah bekerja.

Read more ...
Risk Engineering Perspektif ISO 31000

Akhir-akhir ini banyak ditemukan penggunaan istilah Risk Engineering terutama di beberapa Negara yang penerapan manajemen risiko mereka sudah cukup maju. Berbagai kisah sukses penerapan Risk Engineering juga menghiasi beberapa majalah pengetahuan yang berkaitan dengan manajemen risiko,

Read more ...

Kebakaran yang terjadi di kawasan pergudangan Kosambi, Tangerang, Banten pada Kamis (26/10) telah menewaskan 48 orang meninggal dan sedikitnya 46 korban luka. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan ledakan bersumber dari arah depan gedung. Lalu apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan percikan api saat salah satu karyawan melakukan pengelasan disimpulkan menjadi penyebab terjadinya kebakaran.

Read more ...
21 Tugas dan Tanggung Jawab HSE Manager

Setiap HSE Manager  atau manajer Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus tahu mengenai tugas, tanggung jawab yang dijalankannya. Dengan begitu diharapkan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja dapat terkontrol. Sehingga tujuan untuk meminimalkan kecelakaan kerja bisa tercapai.

Perusahaan yang memiliki manajer K3 juga perlu diapresiasi. Sebab ini langkah nyata untuk membuat penerapan program K3 bisa lebih efektif. Berikut ini penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab HSE manager, yaitu:

Read more ...
Benarkah Pekerja Muda Rentan Mengalami Kecelakaan Kerja?

Benarkah pekerja muda sangat rentan mengalami kecelakaan kerja? Ya, berdasarkan laporan Workplace Safety and Insurance Board  (WSIB), Kanada, lebih dari 50.000 pekerja muda rentang usia 15-24 dilaporkan mengalami cedera setiap tahunnya. Pekerja muda dan baru atau belum berpengalaman, berpotensi mengalami kecelakaan kerja 5 kali lebih tinggi dibanding pekerja lain dalam empat minggu pertama kerja.

Read more ...
Kamu Safety Officer? Mungkin Kamu Pernah Mengalami Hal-Hal di Tempat Kerja

Tantangan Menjadi Safety Officer - Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja saat ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari struktur organisasi Perusahaan, hampir semua jenis usaha sudah menjadikan Keselamatan Kerja sebagai hal yang perlu untuk diperhatikan dan menjadi komitmen perusahaan.

Read more ...
6 Teknik Kunci Pengangkatan Manual Yang Benar

Manual Handling Tips - Pengangkatan secara manual mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian praktisi K3, konsep manual handling sudah banyak disosialisasikan dan diterapkan pada sebagian besar perusahaan. Konsep manual handling ini bertujuan untuk menghindari terjadinya cidera pada tulang belakang saat melakukan pengangkatan,

Read more ...
Penerangan dan Jenis Penerangan di Tempat kerjaPenerangan dan Jenis Penerangan di Tempat kerja

Menurut peraturan pemerintah (1999), penerangan ditempat kerja adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksakan kegiatan secara efektif. 

Read more ...
Ketika Dilema untuk Melaporkan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja

Setiap perusahaan atau industri berkewajiban untuk memelihara keselamatan dan kesehatan kerja SMK3. Setiap hal yang dapat menyebabkan terjadinya insiden (sering disebut incident atau accident) berupa kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja harus dimitigasi untuk mencegah terjadinya insiden tersebut.

Read more ...
Penerapan Contractor Safety Management System (CSMS)

CSMS adalah suatu Sistem Manajemen K3 yang diterapkan kepada kontraktor, meliputi beberapa elemen K3 yang sesuai dengan standar yang diacu (ISRS, ANSI, OHSAS, dll). CSMS sebagai bahan pertimbangan awal oleh perusahaan main contractor untuk menilai kinerja Kontraktor yang akan diterimanya

Read more ...

Perancah (scaffolding) atau steger merupakan konstruksi pembantu pada pekerjaan bangunan gedung. Perancah dibuat apabila pekerjaan bangunan gedung sudah mencapai ketinggian 2 meter dan tidak dapat dijangkau oleh pekerja. Perancah adalah work platform sementara.

Perancah (scaffolding) adalah suatu struktur sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar lainnya. Biasanya perancah berbentuk suatu sistem modular dari pipa atau tabung logam, meskipun juga dapat menggunakan bahan-bahan lain. Di beberapa negara Asia seperti RRC dan Indonesia, bambu masih digunakan sebagai perancah.

 
Scaffolding sendiri terbuat dari pipa – pipa besi yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mempunyai kekuatan untuk menopang beban yang ada di atasnya. Dalam pengerjaan suatu proyek, butuh atau tidaknya penggunaan scaffolding bisa tergantung kepada pemilik proyek. Karena adanya perbedaan antara biaya menggunakan bambu dan scaffolding. Scaffolding digunakan sebagai pengganti bambu dalam membangun suatu proyek. Keuntungan penggunaan scaffolding ini adalah penghematan biaya dan efisiensi waktu pemasangan scaffolding.
 
Scaffolding adalah salah satu alat yang digunakan dalam proyek konstruksi. Dengan kata lain perancah bangunan halaman sementara itu telah dibuat dan digunakan sebagai karya pendukung dalam setiap pekerjaan konstruksi. Penggunaan scaffolding dalam membangun proyek-proyek konstruksi adalah penyebab yang sangat mendominasi kecelakaan kerja di proyek, umumnya jatuh, tergelincir, bahan terlindas dan hancur.

Berdasarkan Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja; Peraturan Menteri Tenaga Kerja no. PER.01 / MEN / 1980 tentang Keselamatan & Kesehatan pada konstruksi bangunan; Menteri Tenaga Kerja dan SKB Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174 / Men / 1986 dan Pedoman No.104 / Kpts / 1986 dan Pelaksanaan Keselamatan selama kegiatan konstruksi situs, itu diperlukan untuk melakukan pelatihan bagi teknisi perancah/scaffolding.

Selain untuk mematuhi peraturan pemerintah, dengan mengikuti pelatihan scaffolding, pekerja dapat memperoleh pengetahuan dasar dan keterampilan untuk perencanaan, persiapan, pemantauan dan memastikan aktivitas dengan menggunakan perancah akan berjalan aman.

Ada tiga type dasar :

  • Supported scaffolds, yaitu platform yang disangga oleh tiang, yang dilengkapi dengan pendukung lain seperti sambungan-sambungan, kaki-kaki, kerangka-kerangka dan outriggers
  • Suspended scaffolds, yaitu platform tergantung dengan tali atau lainnya
  • Aerial Lifts, penopang untuk mengangkat seperti “Man Baskets” atau keranjang manusia

Fungsi Perancah

  • Sebagai tempat untuk bekerja yang aman bagi tukang / pekerja sehingga keselamatan kerja terjamin.
  • Sebagai pelindung bagi pekerja yang lain, seperti pekerja di bawah harus terlindung dari jatuhnya bahan atau alat.

Jenis Perancah

1. Perancah Andang.
Perancah atau andang digunakan pada pekerjaan yang tingginya 2,5 – 3 m. Apabila pekerjaan lebih tinggi maka tidak digunakan andang lagi. Macam – macam perancah andang:
  • Perancah andang kayu cara membuatnya cepat dan dapat dipindah pindahkan. Untuk tinggi perancah tetap tidak dapat disetel. Biasanya pada pekerjaan yang tingginya tidak lebih dari 3 m, untuk pekerjaan lebih tinggi dari 3 m menggunakan perancah tiang. 
 
 
  • Perancah andang bambu dapat dipindah-pindah dan sebagai pengikatnya memakai tali ijuk, karena tali ijuk ini tahan terhadap air, panas dsb. Pada perancah andang bambu ini sudah disetel terlebih dahulu, sehingga tinggi dan panjangnya tidak dapat distel kembali.Biasanya andang bambu dapat dipakai pada ketinggian pekerjaan tidak lebih dari 3 m, mengenai kaki andang bambu ada yang pakai 2 atau 3 pasang.
 
 
  • Perancah besi sangat praktis dan efisien karena pemasangannya mudah dan dapat dipindah-pindahkan.Tinggi perancah besi dapat disetel untuk jarak kaki perancah yang satu dengan yang lain hingga 180 cm dengan tebal papan 3cm.
 
 
2. Perancah Tiang.
Perancah tiang digunakan apabila pekerjaan sudah mencapai diatas 3 m, Perancah tiang bisa dibuat sampai 10 m lebih tergantung dari kebutuhan. Perancah tiang ada 3 macam:
 
a. Perancah tiang dari bambu.
 
Pada umumnya perancah bambu banyak dipakai oleh pekerja di lapangan, baik pada bangunan bertingkat maupun tidak. Alasannya adalah:
  • Bambu mudah didapat, kuat, dan murah.
  • Pemasangan perancah bambu mudah dibongkar dan dapat dipasang kembali tanpa merusak bambu.
  • Bahan pengikatnya pakai tali ijuk.

b. Sistem perancah bambu dengan konsol dari besi.

 
Sistem perancah bambu dengan konsol besi hanya ditahan oleh satu tiang bambu saja, berbeda dengan perancah yang ditahan oleh beberapa tiang.
 
Keuntungannya adalah sbb :
  • Tidak terlalu banyak bambu yang dibutuhkan,
  • Cara pemasangannya lebih cepat daripada perancah bambu,
  • Lebih praktis dan menghemat tempat.
  • Pemasangan konsol dapat dipindah dari tingkat 1 ketingkat diatasnya,
  • Untuk tiang bambu tidak perlu dipotong,
c. Perancah tiang besi atau pipa.
 
Pada perancah tiang dari besi atau pipa alat penyambungnya memakai kopling, untuk penyetelannya lebih cepat dibandingkan  perancah tiang bambu.
 
3. Perancah Besi Beroda
 
Perancah besi beroda ini terbuat dari pipa galvanis. Pada perancah besi beroda dapat dipasang di lapangan atau didalam ruangan. Fungsi rodanya  adalah untuk memindahkan perancah. Pada perancah besi beroda sedikit lain dari perancah yang ada, karena disini bagian-bagian dari tiangnya sudah berbentuk kusen, sehingga penyetelan / pemasangannya lebih mudah dan praktis.
 
4. Perancah Besi tanpa Roda.
 
 
Perancah ini terdiri dari komponen-komponen; Kaki pipa berulir, kusen bangunan, penguat vertikal, tiang sandaran, sambungan pasak, papan panggung, panggung datar, Papan pengaman, tiang sandaran, penutup sandaran, konsol penyambung, penopang, konsol keluar, tiang sandaran tangga, pinggiran tangga, anak tangga, sandaran tangga, dan sandaran dobel.

5. Perancah Menggantung

 
 
 
Pada perancah menggantung digunakan pada pekerjaan pemasangan eternit, pekerjaan finishing pengecatan eternit, plat beton, dst. Jadi perancah menggantung digunakan pada pekerjaan bagian atas saja dan pelaksanaannya perancah digantungkan pada bagian atas bangunan dengan memakai tali atau rantai besi.
 
6. Perancah Frame
 
 
Frame ini biasanya terbuat dari pipa atau tabung logam. Perancah ini dapat disusun sedemikian rupa menjadi satu kesatuan perancah yang tinggi untuk menopang pekerja dalam kegiatan konstruksi berlokasi tinggi.
 
7. Perancah Dolken

Merupakan perancah yang berbahan kayu dolken. Kayu bulat/ dolken Biasanya digunakan untuk tiang-tiang perancah dan ukuran yang biasanya digunakan adalah berdiameter 6 – 10 cm.

 
 
8. Two Point Adjustable Suspension Scaffold
 
 
9. Strip Board One Side Scaffold
 
 
10. Auxiliary Fixtures For Pipe Scaffolding
 
11. Bracket One Side Scaffold
 
 
12. Independent Scaffold
 
  • Suatu perancah dengan dua baris standar jarak 1.2m
  • Mempunyai daya dukung sendiri
  • Satu baris mendukung bagian luar dan bagian dalam dari deck dengan jarak 1.2m hingga 2.4m
  • Balok lintang tidak dipasang ke dinding dari gedung
  • Tetapi tidak berdiri sendiri, ini ditopang oleh struktur gedung
  • Independent scaffold memerlukan ties untuk stabilitas lateral.
  • Tanpa beban vertikal yang dialihkan pada gedung.
  • Pasangan standards yang dihubungkan dengan gedung
  • sejajar horizontal dengan horizontal tubes called ledgers.
  • Ledgers berjarak vertikal pada the working height of 2m.
  • Bagian dalam dan luar dari standar (tiang) dihubungkan dengan dengan transoms.
  • Transoms umumnya dihubungkan dengan dengan standar di atas ledgers.
  • Transoms dapat berjarak dari tiang 250mm untuk menyesuaikan panjang papan.
 
 
13. Birdcage Scaffold
 
 
 
 
  • Terdiri dari dua baris tiang yang semuanya dihubungkan dengan Ledgers, Transoms and Braces
  • Biasanya digunakan pada pemasangan plafon dan pengecatan.
  • Hand rail and toe boards dipasang di bagian luar dari perimeter dari  scaffold platform
14. Access Tower Scaffold
 
 
  • Scaffold yang hanya digunakan untuk access.
  • Digunakan untuk menimbun material atau peralatan tidak diperbolehkan.
  • Dibangun dengan pipa-pipa dan fittings atau berupa modul-modul A-Frames.
  • Terutama digunakan untuk safe access to elevated areas.
  • Access menggunakan tangga atau papan-papan
  • Aluminium steps setiap level.
  • Tidak diperuntukkan sebagai papan kerja.
  • Tergantug dari tingginya access tower umumnya ringan dan digunakan untuk medium duty.
  • Bila lebih dari 15m harus diperhitungkan dan di setujui penanggung jawab.
  • Handrail, mid-rails and kick boards harus dipasang pada setiap level.
  • Tower harus dikencangkan (secured) dengan gedung atau structure setiap dua lift.
  • Tower tidak dapat berdiri sendiri.
  • Pembebanan peralatan or materials menggunakan tower ini tidak praktis.
  • Ladders harus bersandar pada sudut 1-4 lean, not vertical
  • Ladders harus dikencangkan pada top and bottom.

15.  Cantilever Scaffold

 
 
  • Cantilever scaffold ditopangkan atau disangga pada salah satu ujungnya
  • Cantilever scaffold umumnya dibangun dengan pipa (tubular) dan fittings, tetapi sistem lain dari scaffod dapat digunakan juga.
16. Putlog Scaffold
 
 
  • Ditumpu oleh jajaran tiang sebelah dan yang sebelah ditopang oleh gedung, berbeda dari independent scaffold.
  • Jajaran tiang berjarak from 1.5 to 2.1m apart.
  • Scaffold didirikan 1.2 m dari dinding structure
  • Ledgers dipasang pada tiang
  •  
  • Ketinggian Lift 1.8 to 2m.
  • Putlog tubes dipasang (ditempelkan) pada tiang.
  • Panjang pipa (Transoms) 1.5m
17. Suspended Scaffold
 
 
  • Suspended scaffold ditopang dari atas
  • Tidak ada penyangga dari bawah
  • Digunakan pada bukaan yang tinggi
  • Panjang suspended scaffold tidak boleh lebih dari 6m
  • Semua suspended tubes perlu selalu diperiksa safety fittings
  • Digunakan terutama pada tempat di atas air dimana scaffolding tidak dapat dibangunan di atas tanah
18. Mobile Scaffold
 
 
  • Mobile work platform digunakan pekerjaan yang pindah dari satu tempat ke tempat lain
  • Alasnya harus 2 kali lipat tingginya untuk  yang lebih tinggi lebih dari 3 m
  • Tiang-tiangnya dipasang dengan roda
  • Penggunaan ban (berisi angin) tidak diperkenankan
  • Caster wheels harus mempunyai manual brake untuk lock wheels in place.
  • Biasanya menggunakan concrete floors atau hard surfaces untuk mempermudah moveability

contoh mobile scaffold:

  • Castor wheels (roda) harus mempunyai locking brake
  • Jumlah roda tidak dibatasi sesuai kebutuhan
  • Ladder access dapat ditambahkan
  • Plan, side and heel and toe bracing harus dipasang sebagai bagian dari scaffold

Source : //tukangbata.blogspot.com/

ISC Safety School Surabaya menyelenggarakan
Training Basic Scaffolding Sertifikasi Kemnaker RI
pada tanggal 03 – 08 Mei 2018
(Fix Running)

berlokasi di
AMG Tower Lt. 17
Jl. Dukuh Menanggal No. 1 A
Gayungan – Surabaya
Segera Daftarkan diri anda ke Contact Person Kami
Ardy | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | 08111798354

Bahaya bahan kimia merupakan dampak buruk hasil dari reaksi zat beracun yang jika masuk kedalam tubuh menyebabkan kerusakan organ internal. Bahan kimia berbahaya telah ada dan digunakan dalam kehidupan sehari hari yang jika dipakai dengan skala kecil atau besar dan dikonsumsi secara teratur atau sering, Maka dimasa depan dapat menimbulkan kelainan jaringan tubuh.

Bahaya bahan kimia menurut Golongan, Jenis dan bahaya yang ditimbulkan :

1. Golongan Senyawa metaloid dan logam,
Jenisnya : Arsen (AS). Krom (CR), Hg, Cadmium, Fosfor (P), Fosfor (P), Hg, PbBahaya yang ditimbulkan : Kelainan saraf , Kerusakan ginjal, Kelainan darah, gangguan fungsi hati, Memicu munculnya kanker, Iritasi berat, Gangguan metabolisme karbohidrat, Lemak dan protein.

2. Golongan Pestisida
Jenisnya : memiliki dua jenis lain terdiri dari organik klorin dan organik fosfor
Bahaya yang ditimbulkan: Pusing, Kejang kejang, Pingsan atau penurunan kesadaran dan kematian.

3. Golongan Gas beracun
Jenisnya : Asam sulfida (H2S), Helium, Asam sianida, HCN, Nitrogen oksida (NOX),Karbon monoksida (Co)
Bahaya yang ditimbulkan : Pusing, Hilangnya kesadaran, Keracunan dengan gejala mual mual serta keinginan untuk muntah, Sesak nafas, Kekurangan oksigen, Kejang , Gangguan otak, Jantung Iritasi dan kematian.

4. Golongan Bahan pelarut
Jenisnya: Hidrokarbon alifotik, seperti bensin, atau minyak tanah, Hidrokarbon ternalogenasi dan jenis alkohol
Bahaya yang ditimbulkan : Alergi kulit, Keracunan, Sakit kepala, Gangguan jantung, Sesak nafas, mual dan muntah, Koma, Gangguan saraf pusat, kerusakan ginjal, hati dan leukimia.

5. Golongan Bahan bersifat karsinogenik
Jenisnya : Benzena, Asbes, Vinil khlorida, Krom, Bensidin
Bahaya yang ditimbulkan : Kerusakan saraf pusat, Leukimia, Gangguan kandung kemih, Gangguan jaringan paru, hati dan kelainan darah.

Sumber: //halosehat.com/farmasi/kimia/bahaya-bahan-kimia

ISC Safety School Surabaya menyelenggarakan
Training Petugas K3 Kimia Sertifikasi Kemnaker RI
pada tanggal 02 – 08 Mei 2018
(Fix Running)

berlokasi di
AMG Tower Lt. 17
Jl. Dukuh Menanggal No. 1 A
Gayungan – Surabaya

Ardy | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | 08111798354

Bekerja di ruang terbatas memiliki resiko terhadap pekerja di dalamnya, sehingga diperlukan prosedur kerja / regulasi untuk menjamin keselamatan pekerja didalamnya ataupun aset perusahaan.

Beberapa potensi bahaya pekerjaan confined space adalah :

  • kekurangan / kelebihan gas oksigen
  • terpapar gas / cairan beracun
  • bahaya terperangkap
  • bahaya lainnya seperti aliran listrik, terbentur, terpeleset dll.

Definisi
Confined space adalah ruang yang cukup besar dan luas serta memungkinkan pekerja masuk dan bekerja di dalamnya yang mempunyai akses masuk dan keluar terbatas serta tidak dirancang untuk tempat kerja.

Jenis-jenis ruang terbatas :

  • Tangki / bejana
  • Pipa / ducting
  • Sewer
  • Hopper
  • Bunker
  • Lubang dengan kedalaman min. 1.5 m.

Confined space dikasifikasikan menjadi:

  1. Confined space dengan ijin masuk
    Katagori confined space dengan ijin masuk adalah apabila terdapat 1 atau lebih potensi bahaya sbb:

     

    • Mengandung gas atmosfir yang berbahaya
    • Mengandung material yang berpotensi memerangkap pekerja di dalamnya.
    • Mengandung konfigurasi / dtruktur yang sedimikian rupa sehingga pekerja dapat terperangkap
    • Mengandung bahaya lainnya (listrik, panas, dll)
  2. Confined space tanpa ijin masuk.
    Tidak mengandung potensi bahaya diatas

Potensi bahaya di confined space

  1. Kekurangan / Kelebihan oksigen
    Kadar Oksigen yang diijinkan untuk bekerja adalah 19.5 ~23.5 %
    Kekurangan oksigen (aspiksia) dapat diakibatkan oleh konsumsi atau perpindahan oksigen selama :
    – proses pembakaran zat yang mudah terbakar
    – proses bakterial (proses fermentasi)
    – reaksi kimia
    Kelebihan oksigen sebagai pemicu kebakaran dan peledakan, hal-hal yang perlu dihindari :
    – jangan menggunakan oksigen murni untuk ventilasi
    – jangan menyimpan tangki gas bertekanan di dalam ruang terbatas
  2. Bahan mudah terbakar dan meledak
    Faktor yang mempengaruhi terjadinya kebakaran / peledakan :
    – oksigen
    – gas / uap / deu yang mudah terbakar
    – sumber api (percikan proses pengelasan, merokok, percikan proses penggerindaan)
  3. Bahan Beracun
    Berasal dari gas beracun disekitar tersebut seperti gas SO2, NH3, CO. Bisa juga berasal dari sifat pekerjaan seperti pengelasan, penggerindaan, dll.
  4. Perangkap
    Harus dihindari juga bahaya terperangkap dari cairan / padatan yang mengalir. Apabila terdapat bahaya terpeangkap bahaya tersebut harus diisolasi / ditutup terlebih dahulu
  5. Struktur dan konfigurasi ruang
    Beberapa ruang confined space mempunyai konfigurasi ruang yang menimbulkan bahaya seperti tangga yang tidak kokoh, permukaan yang basah dan licin, area yang sempit, cahaya yang tidak memadai.
  6. Sumber-bahaya lain
    Beberapa bahaya lain yang bersumber dari :
    – bahaya mekanik seperti impeler yang berputar karena belum dimatikan
    – bahaya terengat listrik karena penyambungan kabel listrik yang tidak sesuai

Salah satu metode pencegahan terhadap potensi bahaya bekerja di tempat terbatas, adalah memberikan pelatihan kepada pekerja yang bersangkutan. Untuk informasi Pelatihan Confined Space bisa anda dapatkan di laman berikut.

 

Source: //nuruddinmh.wordpress.com/

 

Budaya keselamatan merupakan interelasi dari tiga elemen, yaitu phsycological (person), behavioral (job) dan system (organization). Artinya, ada tiga faktor pembentuk budaya keselamatan, yaitu pekerja, pekerjaan dan organisasi.

Perlu diketahui, budaya keselamatan atau safety culture tidak bisa dibentuk oleh satu individu, tetapi harus melibatkan semua orang yang ada di dalam organisasi atau perusahaan. Budaya keselamatan harus dilaksanakan oleh seluruh sumber daya yang ada, pada seluruh tingkatan dan tidak hanya berlaku untuk pekerja saja.

Menurut Occupational Safety and Health Administration (OSHA), budaya keselamatan dibangun atas komitmen bersama, sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang mumpuni, dan persepsi bersama yang menekankan pentingnya K3, sehingga membentuk kebiasaan keselamatan kerja yang berkesinambungan.

Manfaat budaya keselamatan di tempat kerja:

  • Meminimalkan kemungkinan kecelakaan akibat kesalahan/ kelalaian yang dilakukan individu
  • Meningkatkan kesadaran akan bahaya melakukan kesalahan/ kelalaian
  • Mendorong pekerja untuk menjalani setiap prosedur aman dalam semua tahap pekerjaan
  • Mendorong pekerja untuk melaporkan kesalahan / kekurangan sekecil apapun yang terjadi untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Budaya keselamatan yang baik dapat membentuk perilaku pekerja terhadap keselamatan kerja yang diwujudkan melalui perilaku aman dalam melakukan pekerjaan. Inilah yang menjadi tantangan besar bagi seorang pemimpin keselamatan dalam membangun budaya keselamatan di tempat kerja, karena mereka harus mengubah kebiasaan banyak orang.

 

7 Faktor Penentu Keberhasilan Membangun Budaya Keselamatan di Perusahaan

  1. Komitmen Manajemen Terhadap Keselamatan Kerja

Komitmen manajemen dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang tertulis, jelas, mudah dimengerti dan diketahui oleh seluruh pekerja. Tidak hanya itu, dukungan dan upaya nyata dari pihak manajemen atau pimpinan juga dibutuhkan untuk membuktikan bahwa perusahaan benar-benar berkomitmen terhadap keselamatan kerja.

Upaya nyata tersebut dapat ditunjukkan dengan sikap dan segala tindakan yang berhubungan dengan keselamatan kerja. Contohnya, penerapan peraturan dan prosedur, tersedianya fasilitas keselamatan kerja yang memadai dan sumber daya yang mumpuni.

 

  1. Peraturan dan Prosedur Keselamatan Kerja

Manajemen bertanggung jawab untuk menetapkan dan menerapkan peraturan dan prosedur keselamatan kerja. Peraturan dan prosedur keselamatan kerja yang dibuat harus mudah dimengerti, dikomunikasikan dan disosialisasikan kepada pekerja.

Peraturan merupakan suatu hal yang mengikat dan disepakati.

Prosedur merupakan rangkaian dari suatu tata kerja yang berurutan, tahap demi tahap serta jelas menunjukkan jalan atau arus (flow).

Tujuan dibentuknya atau diterapkannya peraturan dan prosedur ini, yaitu untuk mengendalikan bahaya yang ada di tempat kerja, melindungi pekerja dari kemungkinan terjadi kecelakaan dan untuk mengatur perilaku pekerja sehingga nantinya tercipta budaya keselamatan yang baik.

Bentuk dari peraturan dan prosedur K3 di antaranya program komunikasi bahaya, alat pelindung diri (APD), prosedur izin kerja khusus (work permit), prosedur praktek kerja aman, prosedur tanggap darurat, dll.

 

  1. Komunikasi

Komunikasi akan menghasilkan persepsi yang nantinya diinterpretasikan secara berbeda oleh tiap individu. Persepsi sendiri berasal dari berbagai stimulus yang diberikan oleh organisasi ketika berkomunikasi dengan pekerja.

Menjalin komunikasi dua arah antara manajer dengan pekerja, pekerja dengan pekerja, manajer dengan manajer atau departemen dengan departemen menjadi poin penting dalam menciptakan budaya keselamatan yang baik.

Ciptakan komunikasi secara terbuka (transparan) dan jangan ragu meminta pendapat kepada pekerja. Sediakan wadah komunikasi antara pemimpin/ manajemen puncak dengan pekerja. Tersedianya wadah komunikasi ini dapat mendukung seluruh pekerja untuk memberikan masukan tentang peningkatan keselamatan di perusahaan. Jangan pernah mengabaikan berbagai masukan dari pekerja karena akan membuat mereka cenderung bersikap acuh terhadap semua program yang dijalankan perusahaan.

 

  1. Keterlibatan Pekerja dalam Keselamatan Kerja

Berhentilah berpikir bahwa membangun budaya keselamatan kerja adalah tanggung jawab departemen K3. Budaya keselamatan akan menjadi lebih efektif apabila komitmen manajemen dilaksanakan secara nyata dan terdapat keterlibatan langsung dari pekerja dalam keselamatan kerja.

Keterlibatan pekerja dalam keselamatan kerja dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya:

  • Keaktifan pekerja dalam kegiatan K3
  • Memberi masukan mengenai adanya kondisi berbahaya di lingkungan kerja
  • Menjalankan dan melaksanakan kegiatan dengan cara yang aman
  • Memberi masukan dalam penyusunan prosedur dan cara kerja aman
  • Mengingatkan pekerja lain mengenai bahaya K3.

Dengan melibatkan, memberdayakan dan mendorong pekerja dalam penerapan K3 ternyata dapat menimbulkan rasa tanggung jawab mereka untuk selalu mengutamakan K3 dalam pekerjaannya. Para pekerja akan merasa dihargai dengan keterlibatan mereka dalam membangun budaya keselamatan di perusahaan.

 

  1. Lingkungan Sosial Pekerja

Budaya keselamatan merupakan kombinasi antara sikap, norma dan persepsi pekerja terhadap keselamatan kerja. Salah satu cara untuk melihat lingkungan sosial pekerja sebagai faktor pembentuk budaya keselamatan, yaitu dengan melihat persepsi pekerja terhadap lingkungan sosialnya.

Ahli K3 mengemukakan, sebisa mungkin perusahaan membentuk suatu lingkungan kerja yang kondusif, salah satunya budaya tidak saling menyalahkan bila terjadi kecelakaan pada pekerja. Budaya keselamatan di perusahaan dapat dikatakan baik jika tidak ada budaya saling menyalahkan di antara pekerja dengan pekerja maupun pekerja dengan manajer ketika terjadi kecelakaan kerja.

Dengan adanya lingkungan sosial pekerja yang baik, dampak positif yang dapat timbul, yaitu terbentuknya kesadaran akan keselamatan di antara pekerja.

 

  1. Perilaku Keselamatan Kerja

Dalam K3, perilaku lebih difokuskan pada perilaku tidak aman (unsafe act). Hal ini dikarenakan penyebab dasar terjadinya kecelakaan kerja salah satunya dikarenakan perilaku tidak aman yang berupa kesalahan atau kelalaian yang dibuat oleh manusia.

Perilaku keselamatan kerja merupakan hasil dari persepsi pekerja terhadap K3. Persepsi pekerja yang menekankan pentingnya K3, mereka tentu akan menggunakan APD dan mematuhi semua prosedur keselamatan bahkan tanpa harus selalu ada yang mengawasi.

Persepsi yang baik terhadap keselamatan kerja dapat dijadikan landasan untuk membentuk perilaku keselamatan yang baik dengan didukung komitmen manajemen yang aktif.  Dampak positif terbentuknya perilaku keselamatan yang baik, yakni dapat mengurangi kecelakaan kerja yang disebabkan oleh tindakan tidak aman dan menjadi faktor penting dalam membangun budaya keselamatan di tempat kerja.

 

  1. Kepemimpinan Keselamatan (Safety Leadership)

Motivasi pekerja dibangun berdasarkan pada contoh suri teladan. Motivasi pekerja biasanya akan muncul setelah ia melihat adanya contoh keteladanan yang baik dari seorang atasan. Keteladanan meliputi keteladanan sikap, moral, kinerja, kecerdasan, dan sebagainya. Jenis keteladanan inilah sangat diutamakan dalam penerapan K3 dan membangun budaya keselamatan dalam suatu organisasi.

Pemimpin keselamatan harus menjadi role model bagi para pekerja. Pemimpin memiliki pengaruh dalam mengubah persepsi pekerja, bagaimana cara mereka berpikir, bersikap dan berperilaku untuk membangun budaya keselamatan.

Faktor keteladanan dalam safety leadership sangat diutamakan dalam membangun budaya keselamatan dalam suatu organisasi. Pimpinan dan manajer dapat memberi contoh nilai-nilai keselamatan yang ditunjukkan dalam perilaku dan tindakan serta etika kerja untuk meningkatkan keselamatan. Pemimpin keselamatan harus menunjukkan kepedulian dan keteladanan yang tinggi melalui keterlibatan langsung dalam program keselamatan yang ditetapkan.

Perlu disadari bahwa unsur utama dalam membangun budaya keselamatan adalah pembentukan sikap dan perilaku selamat yang dibangun dari nilai-nilai keselamatan yang ditanamkan dalam budaya organisasi. Ketujuh elemen di atas dapat Anda terapkan untuk membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan di perusahaan. Semoga bermanfaat.

 

Sumber: //www.safetysign.co.id/news/323/7-Kunci-Sukses-Membangun-Budaya-Keselamatan-di-Perusahaan

 

ISC Safety School Surabaya menyelenggarakan
Training Auditor SMK3 Sertifikasi Kemnaker RI
pada tanggal 9 – 12 April 2018
(Fix Running)

berlokasi di
AMG Tower Lt. 17
Jl. Dukuh Menanggal No. 1 A
Gayungan – Surabaya
Segera Daftarkan diri anda ke Contact Person Kami
Dirga | This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. | 08111798354

More info

For Training in Jakarta

Call Riasti Sundaya

+62 811-1797-484

 

For Training in Surabaya & Makassar

Call Dirga

+62 811-1798-354

 

For Training in Balikpapan

Call Loli

+62 811-9334-860

 

 

 

Latest Event

Inhouse Training Teknisi K3 Listrik di PT Indonesia Comnet Plus
Public Training Ahli K3 Umum ISC Safety School Surabaya
Inhouse Training Awareness Safety Construction PT Acset Indonusa Tbk
Inhouse Training Risk Management Safety PT. Vopak Terminal Merak
Inhouse Training Operator Boomlift PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia

Get Our Regular Safety Ebook

Stay on top of the latest and greatest

Follow us on

Web Analytics